Diet Terbaik untuk Perempuan

Diet atau pola makan yang sehat penting untuk perempuan yang sudah memasuki kepala lima. Berikut diet terbaik untuk perempuan berusia di atas 50 tahun.

Diet yang sehat dapat meningkatkan fungsi otak dan organ lain, membantu mengurangi gejala menopause, dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh di usia 50 tahun.

Tersedia banyak pilihan program diet yang bisa diterapkan. Akan tetapi, tak semuanya baik untuk perempuan di atas 50 tahun. Situs kesehatan Healthline merangkum lima diet terbaik untuk perempuan 50 tahun ke atas berdasarkan kemudahan, keseimbangan, dan bukti ilmiah.


Berikut 5 diet terbaik untuk perempuan berusia di atas 50 tahun.

1. Diet Mediterania

Diet Mediterania merupakan diet yang berdasarkan pada pola hidup orang-orang di Laut Tengah. Diet ini menitikberatkan pada konsumsi sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, biji-bijian, dan minyak zaitun.

Baca Juga:  Mahasiswa Malaysia Adakan Program Belajar Membaca dan Menulis Untuk Perempuan Pengungsi

Walaupun banyak mengonsumsi makanan dari tumbuhan, diet Mediterania juga mencakup ikan dan susu dalam jumlah sedang juga telur, unggas, serta daging merah dalam jumlah kecil.

Sejumlah studi menunjukkan, diet Mediterania mengurangi risiko penyakit kronis terkait usia seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

2. DASH

Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) merupakan diet yang dirancang untuk mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Diet ini baik untuk kesehatan jantung.

Diet ini fokus mengonsumsi makanan dengan kandungan natrium yang rendah, kaya kalsium, kalium, dan magnesium yang membantu menurunkan tekanan darah. Konsumsi natrium per hari tak lebih dari 1.500-2300 mg.

Diet DASH mencakup konsumsi sayur, buah, dan produk susu rendah lemak. Lalu biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, dan unggas dalam jumlah sedang. Daging merah dan makanan manis tidak dianjurkan, tetapi diperbolehkan dalam jumlah sedikit. Sedangkan daging yang diproses atau diawetkan dilarang sama sekali.

Baca Juga:  Semenjak "lockdown" Kasus bunuh diri meningkat 200 persen? Cek faktanya!

3. Diet flexitarian

Diet flexitarian adalah program diet semi-vegetarian yang didominasi oleh makanan nabati. Diet ini juga mencakup daging, telur, produk susu, dan ikan dalam jumlah sedikit.

Penelitian awal menunjukkan bahwa diet flexitarian memberikan manfaat tambahan untuk berat badan, kesehatan jantung, dan mencegah diabetes.

4. MIND

Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) adalah perpaduan diet Mediterania dan DASH yang bertujuan untuk menghambat kerusakan otak. Diet ini dirancang untuk menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer.

Diet ini menekankan konsumsi makanan biji-bijian, beri, sayuran hijau, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan berlemak. Makanan yang digoreng, daging merah, mentega, keju, dan permen tidak dianjurkan.

Baca Juga:  3 Pendaki Gunung Tampomas Ditemukan Tewas di Tenda, Dugaan Sementara Akibat Hipotermia

5. Makan secara intuitif

Makan secara intuitif adalah program anti-diet yang dirancang untuk mereformasi mentalitas diet dengan menciptakan hubungan positif antara tubuh dengan makanan.

Berbeda dengan diet lainnya, pada pola makan ini tidak ada makanan yang dilarang dan tidak ada aturan mengenai porsi atau waktu makan. Namun, konsep diet ini membuat tubuh memahami apa yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga dapat makan secukupnya.

Studi menunjukkan, pola makan intuitif meningkatkan kesehatan psikologis dan penurunan risiko gangguan makan.

Bagi Anda yang sudah berusia di atas 50 tahun atau memiliki orang tua di atas 50 tahun, pilih-lah diet yang paling tepat dengan kondisi tubuh.

Sumber: CNN