5 Gangguan Kesehatan Saat Hamil

29
Serba-Serbi Masa Hamil Sampai Menyusui

Apakah saat hamil, ibu merasakan berbagai keterbatasan? Tentu saja. Sejak awal kita telah membahas berbagai perubahan fisikdan psikis yang terjadi pada ibu hamil, juga penyebabnya.

Perubahan fisik yang terjadi pada ibu dapat membatasi ruang gerak maupun beberapa aktivitas berat yang biasanya bisa dilakukan pada saat sebelum kehamilan. Demikian juga dengan kondisi psikis ibu yang dapat menjadi lebih moody.

Sebaiknya ibu jangan berkecil hati. Kehamilan adalah sebuah proses yang menakjubkan dan menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga, terutama suami tercinta. Oleh karena
itu, komunikasi menjadi sebuah hal yang sangat penting.

Tidak hanya mengenai pembagian tugas rumah tangga atau aktivitas seksual, tetapi ibu juga dapat berbagi cerita mengenai apa saja yang dirasakan karena ibu tentunya membutuhkan dukungan.

Ibu harus ingat, menjalani kehamilan dengan perasaan yang bahagia sangat penting karena hal tersebut juga berpengaruh positif bagi bayi yang dikandungnya. Namun, memang tidak bisa dipungkiri bahwa ibu hamil akan mengalami berbagai gangguan.

Berikut beberapa gangguan yang bisa dialami oleh ibu hamil beserta tips dalam menghadapinya.

1. Mual dan Muntah

Rasa mual dan muntah biasanya terjadi pada awal masa kehamilan atau disebut dengan morning sickness. Muntah yang berlebihan bisa menyebabkan kekurangan gizi maupun dehidrasi atau dikenal dengan istilah hyperemesis grafidarum dan belum diketahui penyebabnya. Namun, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya kadar hormon kehamilan dan estrogen secara berlebihan.

Berikut beberapa tips untuk mengatasi kondisi tersebut.

a. Makanlah sesering mungkin dalam porsi yang sedikit, setidaknya sampai 5-6 kali sehari yang tidak enak.

b. Hindarilah makanan yang membuat mual atau bau-bauan yang tidak enak.

c. Saat pagi hari, bangunlah secara perlahan-lahan kemudian duduk di tepi tempat tidur selama beberapa menit sebelum

d. Saat merasa mual jangan meminum teh, susu, kopi, atau jus jeruk. Perbanyaklah dengan minum air bening.

e. Jika muntah-muntah bertambah parah, konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan.

2. Anemia

Anemia terjadi karena tubuh mengalami kekurangan sel darah merah. Hal tersebut menyebabkan turunnya kadar hemoglobin yang memiliki fungsi utama sebagai pengangkut oksigen ke seluruh sel di dalam tubuh.

Untuk mencegah terjadinya anemia, sebaiknya wanita hamil mengonsumsi 30 mg suplement zat besi. Biasanya, penderita anemia akan diberikan terapi zat besi dalam dosis 200 mg per hari.

Selain itu, sebaiknya ibu hamil rajin mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti hati, daging sapi, daging ayam, seafood, serta kacang-kacangan, dan sayuran. Juga yang tidak kalah penting adalah dengan beristirahat yang cukup.

Anemia yang terjadi selama masa kehamilan dapat berakibat fatal, seperti risiko terjadinya pendarahan saat persalinan dan dapat mengakibatkan kematian, serta mudah mengalami infeksi.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kadar hemoglobin pada masa kehamilan, dapat menyebabkan janin mengalami kekurangan asupan oksigen sehingga
mengganggu pertumbuhannya.

3. Infeksi Gigi

Permasalahan pada gigi dapat menjadi gangguan bagi ibu hamil, khususnya gigi yang berlubang. Hal tersebut terjadi karena meningkatnya kadar leukosit pada ibu hamil sehingga
menyebabkan terjadinya infeksi.

Untuk mencegah terjadinya infeksi pada gigi, sebaiknya ibu hamil rajin melakukan perawatan gigi. Perawatan yang sederhana ialah dengan menyikat gigi secara rutin dan teratur. Bahkan jika perlu, lakukan pemeriksaan gigi kepada dokter gigi untuk
perawatan secara lebih intensif.

4. Kram Kaki

Kram kaki mungkin akan dialami oleh ibu hamil pada trimester ketiga kehamilan. Kondisi perut yang semakin membesar, otomatis membuat kenaikan berat badan menjadi lebih signifikan.

Untuk menguranginya, sebelum tidur luruskan kaki dan jangan menekuk ujung jari kaki ke atas, baik pada saat meluruskan kaki maupun pada saat berolahraga, atau bisa juga dengan meninggikan kaki, mengganjalnya dengan bantal sewaktu tidur.

Juga yang tidak kalah penting, sebaiknya ibu tetap bisa mengontrol berat badan selama kehamilan, agar tidak terlalu overweight

5. Nyeri Panggul

Nyeri panggul yang terjadi pada masa kehamilan disebabkan oleh hormon relaksin yang meregangkan ikatan sendi di daerah panggul. Hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya nyeri pada bagian tersebut.

Untuk mengatasi nyeri panggul, jangan terlalu banyak bergerak atau menggunakan ikat pinggang lebar untuk membantu menyangga panggul.

Untuk mengatasi atau meminimalkan gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada ibu hamil, sebaiknya ibu hamil rajin dan rutin memeriksakan kondisi kehamilannya.

Hal tersebut tidak hanya bermanfaat bagi ibu, melainkan juga bagi tumbuh kembang bayi yang sedang dikandung. Dengan begitu, saat proses persalinan nanti semua dapat berjalan dengan lancar, dengan ibu dan bayinya selamat.

Dalam proses kehamilan tersebut ada beberapa yang harus selalu diperhatikan, salah satunya dengan secara rutin memeriksakan kondisi kehamilan tersebut ke dokter. Banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari melakukan hal itu, yang paling penting adalah mengenai keselamatan dan kesehatan ibu dan bayi.

Berikut beberapa manfaat dari dilakukannya pemeriksaan rutin kehamilan.

1. Bagi Ibu Hamil

a. Dengan pemeriksaan kehamilan, berat badan ibu akan dikontrol dengan baik. Apakah kenaikan berat badan ibu masih dalam taraf normal atau tidak. Hal tersebut bertujuan
untuk mencegah terjadinya obesitas kehamilan. Sementara itu, bagi ibu yang tidak mengalami kenaikan berat badan dengan normal, pemeriksaan tersebut dapat mendeteksi
apakah ibu mengalami malnutrisi.

b. Saat pemeriksaan kehamilan, tekanan darah ibu akan diukur. Hal tersebut berguna untuk melihat apakah ibu mengalami tekanan darah tinggi atau darah rendah, agar penanganan
yang tepat dapat segera dilakukan.

c. Banyak ibu hamil yang terindiksi terinfeksi oleh parasit, misalnya seperti toxoplasma dapat terdeteksi dengan pemeriksaan kehamilan. Parasit ini sangat berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan janin.

d. Infeksi atau kelainan pada bagian dalam ibu hamil dapat terdeteksi sejak dini pada pemeriksaan kehamilan. Agar selanjutnya dapat dilakukan tindakan penyembuhan
Sesegera mungkin.

2. Bagi Bayi

a. Untuk mendeteksi kelainan pada bayi semenjak dini.

b. Untuk melihat tumbuh kembang bayi, apakah terjadi gangguan atau tidak.

c. Untuk mengontrol denyut jantung bayi.

d. Untuk melihat bagaimana posisi bayi di dalam kandungan.

Saat ini, teknologi telah berkembang dengan begitu pesat. Termasuk teknologi yang digunakan di dunia medis. Salah satu Teknologi yang sering digunakan untuk memvisualisasikan janin selama rutin dan perawatan darurat kehamilan adalah ultra
sonografi (USG).

Berikut beberapa manfaat dari dilakukannya pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan USG.

a. Dapat mengetahui usia kehamilan.

b. Dapat mendeteksi jika ada kelainan pada janin.

c. Dapat mengetahui posisi janin dan letak plasentanya, normal atau tidak.

d. Dapat mengetahui perkembarngan janin lebih terperinci, seperti mengenai berat badannya, panjang badannya, dan ukuran kepala bayi.

e. Dapat mendeteksi detak jantung.

f. Dapat melihat jumlah janin di dalam kandungan (apakah kembar atau tidak).

g. Dapat memprediksi jenis kelamin bayi.

Melakukan pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan USG memang relatif lebih mahal. Namun, sebanding dengan banyaknya manfaat yang diperoleh. Setidaknya, lakukan pemeriksaan kehamilan dengan USG minimal sebanyak 3 kali selama masa kehamilan.