Di usianya yang masih dini, berbagai bagian tubuh bayi masih rentan terhadap suatu benda baru. Oleh karena itu penting untuk memperhatikan bahan yang terkandung sebelum menggunakan produk bayi.

Terutama pemilihan sabun mandi dan sampo yang pasti akan selalu digunakan bayi setiap hari. Dokter spesialis anak Lucy Amelia Sp. A., mengatakan sabun bayi harus sesuai dengan pH netral kulit juga dengan kandungan parfum dan pewarna yang seminimal mungkin.

Hal itu untuk menghindari reaksi sensitif karena kulit bayi yang masih sangat tipis. Bahan di dalam sabun juga harus diperhatikan.

“Jangan menggunakan sabun dengan antiseptik (fenol dan kresol), deodorant (triclosan dan heksaklorofen) maupun sabun yang mengandung detergen seperti sodium lauryl sulphate yang dapat menimbulkan iritasi. Maupun sodium laureth sulphate yang beracun bila terserap kulit si kecil,” ujar dokter Lucy dalam Kulwap bersama HelloSehat dan Konicare, Jumat (27/11/2020).

Baca Juga:  Tips Mengarahkan Anak Untuk Menjadi Wirausaha

Baik sabun maupun sampo bayi umumnya mengandung beberapa jenis surfaktan sebagai bahan pembersih, lanjutnya. Karena itu, pemilihan sampo bayi sangat disarankan memilih yang kandungan surfaktan aman untuk mata.

“Untuk sampo, pilihlah bahan surfaktan yang aman untuk mata seperti cocamidopropyl betaine atau natrium lauril propionat,” ucapnya.

Setelah mengetahui produk yang aman bagi bayi, dokter Lucy mengingatkan agar anak jangan terlalu lama dimandikan. Hal itu untuk mencegah anak kedinginan.

“Mandi sebaiknya dilakukan setiap hari dengan suhu ruangan 25 derajat celcius, suhu air 37 derajat celcius dan tidak lebih dari 5 menit,” pungkasnya.

Sumber: Suara