Argentina akan menerima lagi kiriman vaksin COVID-19 dari Rusia, Selasa (26/1), hanya beberapa hari setelah Wakil Presiden Cristina Fernandez de Kirchner menjadi pemimpin terkini di negara itu yang disuntik dengan vaksin Sputnik V.

Wakil presiden itu divaksinasi tiga hari setelah Presiden Alberto Fernandez mendapat dosis pertama vaksin itu.

Argentina adalah salah satu negara terbesar yang mulai memvaksinasi warganya dengan vaksin Sputnik V, yang oleh pengembangnya diklaim 90 persen efektif dalam melawan COVID-19.

Botol vial kosong vaksin Sputnik V (Gam-COVID-Vac) di Rumah Sakit San Martin di La Plata, pinggiran kota Buenos Aires, Argentina, 18 Januari 2021. (REUTERS/Agustin Marcarian/File Photo)


Botol vial kosong vaksin Sputnik V (Gam-COVID-Vac) di Rumah Sakit San Martin di La Plata, pinggiran kota Buenos Aires, Argentina, 18 Januari 2021. (REUTERS/Agustin Marcarian/File Photo)

Argentina menyetujui penggunaan Sputnik V bagi kelompok usia 60 tahun ke atas minggu lalu, di saat negara itu melanjutkan program vaksinasi terhadap segmen populasi yang lebih luas.

Argentina juga sedang menunggu kiriman pertama vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford.

Negara di Amerika Selatan ini juga berupaya mendapatkan vaksin dari Pfizer-BioNTech sementara masih memiliki akses ke Covax, program pemerataan distribusi vaksin, yang dikelola Organisasi Kesehatan Dunia.

Sejauh ini, Argentina mencatat lebih dari 1,8 juta kasus terkonfirmasi dan 47.034 kematian, sebut Johns Hopkins University Coronavirus Resource Center. [lj/uh]

Sumber: VOA Indonesia