8 Asupan Gizi Wajib untuk Ibu Hamil

39
Asupan Gizi Wajib untuk Ibu Hamil

Asupan Gizi Wajib untuk Ibu Hamil, wanita yang sedang dalam kondisi hamil tentunya memiliki
kebutuhan nutrisi yang berbeda dibandingkan dengan yang tidak.

Bisa dikatakan bahwa makan dan minum yang dilakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan dua orang, yaitu ibu dan bayi yang dikandungnya.

Namun, yang harus diperhatikan adalah untuk mendapatkan jumlah asupan gizi yang seimbang, bukan berarti dilihat dari jumlah makanan yang dikonsumsi, melainkan dari kandungan atau nutrisi makanan tersebut.

Menu makanan ibu sudah benar dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan bayi
yang dikandungnya adalah sesuatu yang sangat penting.

Asupan gizi pada ibu hamil sangatlah penting, agar ibu terhindar dari kondisi malnutrisi. Malnutrisi pada ibu hamil dapat mengakibatkan berat otak dan bagian-bagian otak serta jumlah sel otak kurang dari normal.

Setelah melahirkan, nilai Inteligensia (IQ) sang ibu akan ada di bawah rata-rata. Selain itu, volume darah menjadi berkurang, aliran darah ke uterus dan plasenta berkurang, ukuran plasenta berkurang dan transfer nutrient melalui plasenta berkurang sehingga janin tumbuh lambat atau terganggu (IUGR).

Ibu hamil dengan kekurangan gizi cenderung melahirkan prematur atau berat bayi lahir rendah (BBLR).

Cara untuk mengatur asupan gizi pada ibu hamil:

a. Mengatur pola makan dan menu untuk ibu. Sebaiknya ibu hamil makan dengan teratur sebanyak 3 kali sehari. Selain itu, lakukan konsumsi dengan makan makanan yang mengandung gizi seimbang dalam jumlah yang cukup.

b. Apabila ingin memakan camilan, sebaiknya memperbanyak mengonsumsi buah-buahan segar. Saat ibu mengalami kondisi nafsu makan yang menurun coba untuk makan dalam porsi kecil namun sering, bisa berupa makanan yang segar-segar seperti buah-buahan atau
sayuran dengan kuah yang bening.

d. Hindari merokok dan mengonsumsi minuman keras atau narkoba yang dapat membahayakan ibu dan janin.

e. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur ke dokter atau bidan, untuk
dapat memastikan dengan baik kondisi kesehatan ibu dan kecukupan nutrisi ibu.

Berikut ini 8 Asupan Gizi Wajib untuk Ibu Hamil:

1. Karbohidrat dan serat

Karbohidrat dan serat merupakan salah satu sumber energ yang penting. Bahan makanan yang menjadi sumber karbohidrat di antaranya nasi, roti, sereal, gandum, dan pasta.

Untuk memenuhi kebutuhan energi, konsumsilah 3 porsi karbohidrat setiap hari. Untuk memenuhi kebutuhan serat, pilihlah makanan yang diperkaya dan terbuat dari padi-padian, seperti gandum rye, dan havermut.

Makanan tersebut memiliki lebih banyak kandungan gizi dan serat dibandingkan dengan hasil produk olahannya.

Bagi ibu hamil yang sering mengalami konstipasi konsumsi serat sangat penting, terutama jika mengonsumsi asupan dengan kandungan serat yang tinggi seperti padi-padian, buah segar, dan sayuran segar.

2. Protein

Protein dibutuhkan oleh wanita hamil dan bayi yang dikandungnya sebagai nutrisi penunjang untuk pertumbuhan jaringan.

Wanita hamil perlu mengonsumsi 600 gram protein sehari, yaitu 20-36% lebih tinggi dari kebutuhan normal. Protein yang dikonsumsi bisa berasal dari sumber protein hewani dan
nabati.

Sumber protein hewani yang bisa dikonsumsi antara lain daging sapi, telur, ikan, seafood, unggas, dan hati. Sementara itu, sumber protein nabati bersumber dari tahu, tempe, kacang-
kacangan, dan sereal.

3. Lemak

Lemak dibutuhkan tubuh untuk membantu menyerap banyak nutrisi. Lemak juga menghasilkan energi dan menghemat protein untuk dimanfaatkan dalam fungsi-fungsi pertumbuhan.

Namun, dalam keadaan hamil sekalipun konsumsi makanan yang mengandung lemak tetap harus dibatasi karena kandungan kalorinya sangat tinggi.

Mengonsumsi makanan yang berlemak terlalu banyak akan menyebabkan kenaikan berat badan.

Makanan yang memiliki kandungan lemak yang tinggi di antaranya, daging berlemak, Susu, Keju, mentega, margarin, dan minyak.

Mengonsumsi beberapa di antaranya memungkinkan ibu hamil untuk memperoleh cukup energi dari lemak.

4. Vitamin dan mineral

Wanita yang sedang hamil membutuhkan asupan vitamin dan mineral yang lebih tinggi dari biasanya.

Kedua unsur tersebut bisa berasal dari banyak sumber, namun yang paling tepat ialah yang terdapat dalam buah dan sayuran.

Sumber vitamin dan mineral dalam asupan tersebut memang lebih tinggi dibanding
dengan asupan yang lain.

Adapun kandungan vitamin dan mineral yang tepat ialah yang terdapat dalam buah jeruk dan sayuran berwarna hijau atau kuning. Untuk mengonsumsinya dalam porsi yang besar setiap hari adalah asupan yang bagus.

Sebaiknya, konsumsiah buah-buahan dan sayuran yang segar daripada buah dan sayuran kalengan karena mengandung gizi yang lebih banyak dan tidak mengandung tambahan gula, garam, dan lemak.

Buah-buahan dan sayuran lain yang juga penting untuk dikonsumsi adalah apel, anggur, pir, kurma, beri, jambu, wortel, mangga, pisang, pepaya, melon, kembang kol, bit, dan tomat.

5. DHA

Asam lemak dokosa heksaenoat (DHA) sangat penting untuk dikonsumsi oleh wanita hamil agar perkembangan otak bayi menjadi maksimal.

Bayi dalam kandungan bergantung pada kecukupan asupan DHA sang ibu. Para ahli menganjurkan agar wanita hamil mengonsumsi 300 mg DHA per hari.

Contoh sumber DHA adalah telur, daging, hati, dan ikan. Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi DHA dari ibu bisa meningkatkan status DHA bayi.

6. Asam folat

Asam folat merupakan salah satu nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan pertumbuhan bayi. Asam folat terbaik bersumber dari buah dan sayuran, termasuk jus jeruk dan daun sayuran hijau.

Asupan asam folat yang cukup sebelum pembuahan dan beberapa minggu awal masa kehamilan dapat membantu mencegah terjadinya cacat lahir saluran saraf.

7. Zat besi

Zat besi adalah komponen utama hemoglobin, yaitu bagian darah yang mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh bayi yarng ada di dalam kandungan. Pada masa kehamilan, volume darah
meningkat seiring kebutuhan akan zat besi.

Suplementasi zat besi semasa hamil terbukti membantu mencegah defisiensi zat besi. Kekurangan zat besi bisa mempertinggi risiko komplikasi pada saat persalinan dan risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan prematur.

Makanan-makanan yang kaya zat besi antara lain daging sapi, hati, kacang polong, dan padi-padian. Para ahli menganjurkan agar wanita hamil mengonsumsi 27 mg zat besi setiap hari, yaitu 50o di atas kebutuhan normal.

8. Seng

Seng sangat penting bagi kesenatan ibu dan bayi. Defisiensi seng bisa menimbulkan komplikasi pada saat hamil dan melahirkan.

Kadar seng yang rendah pada bayi sudah dihubungkan dengan NTD dan berat lahir rendah. Sumber seng yang baik adalah seafood, hat dan daging. Angka kecukupan gizi (Akg) harian seng semasa hamu adalah 11 mg. Jumlah lebih tinggi dari kebutuhan normal.