Berwisata Ke Kawah Ijen Kerap Kena Pungli? PTPN Hukum Tegas Pelaku

0
14
Berwisata ke Kawah Ijen
Kawah Ijen (Fito by Jessica Devnani/pinkplankton)

Berwisata Ke Kawah Ijen adalah hal yang wajib kamu lakukan, paling tidak sekali seumur hidupmu, disana memberikan banyak pelajaran hidup yang akan kamu temui di tempat lain.

Apa Menariknya Kawah Ijen?

Blue Fire ialah Salah satu tujuan wisatawan datang ke Kawah Ijen. mereka ingin melihat langsung semburan api bewarna biru (blue fire). Jika mau melihat blue fire tentu kamu harus mendakinya terlebih dahulu.

Ketinggian kawahnya berada sekitar 2.443 meter dari permukaan laut. Perlu kamu ketahui hanya terdapat 2 lokasi di dunia untuk melihat semburan blue fire, salah satunya di kawah ijen ini dan yang lainnya lagi berada di Islandia.

Kawah Ijen Dimana?

Kawah Ijen, terletak di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. Wisatawan pun bisa memilih titik landasan terdekatnya. Bila menggunakan pesawat, maka bisa memilih tujuan penerbangan ke Banyuwangi, Malang, dan Surabaya.

Lihat Juga:  Kronologi: Terbakarnya Gili Lawa Di Taman Nasional Komodo

Setelah itu bisa lanjut menggunakan kendaraan umum atau pun menyewa.

Sayangnya, kebesaran nama tempat ini dirusak oleh beberapa oknum yang kerap mengambil pungutan liar di post perkebunan jalur menuju kawah ijen.

Pungutan liar kerap terjadi di pos perkebunan terhadap wisatawan yang hendak Berwisata Ke Kawah Ijen. Pihak menejemen PTPN XII telah menindak tegas oknum pelakunya.

“Kami tegaskan. Petugas yang melakukan pungutan liar akan kami pindahkan ke bagian lain. Jika perlu, kami pindah ke kebun,” ungkap Manajer Kebun Kalisat/Jampit, Bondowoso Heri Sucioko.

Manajemen memang sudah melarang keras petugas untuk memungut uang pada para tamu yang mengisi buku tamu. Tamu yang masuk kawasan perkebunan harus mengisi buku tamu. Tapi tak ada pungutan apa-apa.

Lihat Juga:  Raih Penghargaan, Keripik Ubi Ungu Asal Indonesia Makin Renyah Di US.

Namuh hal ini kerap dimanfaatkan oleh segelintir opnum untuk memintai pungutan liar ke wisatawan yang hendak berkunjung ke kawah ijen.

“Fungsi pos itu sendiri sebenarnya untuk memantau kendaraan yang melintas dan keluar masuk wilayah kebun saja. Bukan menerima pungutan uang.

Apalagi, pemerintah pusat hingga daerah saat ini lagi gencar-gencarnya mengangkat sektor pariwisata kawah ijen” ujarnya.

Pihak PTPN XII Kalisat/Jampit dan juga Blawan mengaku, manajemen sebenarnya telah melakukan langkah tegas, untuk menghindari dan mengantisipasi praktek-praktek pungutan liar yang mungkin akan dilakukan oknum pada wisatawan.

Caranya, di pos-pos itu selalu dipasang pemberitahuan besar yang menyebutkan bahwa di pos penjagaan itu tidak ada pungutan dalam bentuk apapun. Hanya saja, pengumuman yang dipasang itu selalu hilang entah kemana.

Lihat Juga:  UNESCO Tetapkan 19 Situs Cagar Budaya Baru.

“Kami juga bakal melakukan rolling secara berkala para petugas yang akan berjaga di pos-pos itu,” pungkas Heri Sucioko.

Sebelumnya, beberapa wisatawan yang hendak berkunjung ke Kawah Ijen melalui jalur Bondowoso mengeluhkan banyaknya pungutan liar di wilayah perkebunan Kec. Ijen itu.

Pungutan yang (katanya) bersifat sukarela itu diduga liar. Karena, tidak ada karcis yang didapatkan para wisatawan, sebagai tanda bukti telah melakukan pembayaran. Besarannya tarif pun bervariasi.