Cerita pendakian ke Gunung Kerinci

0
292
gunung kerinci

Siapa sih yang tidak mengenal gunung kerinci, gunung tertinggi kedua di Indonesia (3805 mdpl) setelah Puncak Jaya di Papua sana. Katanya sih gunung ini menjadi tujuan wajib bagi para pendaki yang pengen 7 summit versi Indonesia. Berikut cerita pendakian ke gunung kerinci berdasarkan pengalaman kesana kemarin.

 Singkat cerita kita perginya dadakan nih, Perginya cuman berdua bersama salah seorang senior, beli tiketnya juga sehari sebelum berangkat.

tanggal 28-10-2016 jam 10.00, berangkat dari bandara st. Hasanuddin menuju padang.

2

– 11.37, transit di Jakarta selama 2 jam, disini transinya boring abis, 2 jam berasa 2 hari hehe.

– 15.11, tiba di bandara padang, sama seperti di bandara kebanyakan, disini juga banyak oknum jasa angkutan bertarif selangit meski ditolak ribuan kalipun tetap menawarkan jasanya. kalau nulis bagian ini sakit rasanya hati ini, pasalnya kita berdua waktu itu terperdaya bujuk rayunya, alhasil dari bandara ke agen travel yang jaraknya tidak seberapa kita harus membayar 170.000 ya seratus tujupuluh ribu.

Tips:

– Usahakan tiba di bandara ada yang jemput bisa oleh teman bisa juga sebelum datang menelfon agan travel yang menyediakan angkutan lansung ke Kersik Tuo.

– Alternatif lain kalau perginya sendiri atau berdua saja, bisa menggunakan ojek menuju agen travel/terminal bus tarinya jauh lebih murah.

Sebelum berangkat dari padang menuju kersik tuo, kami menyempatkan diri berbelanja ransum, Item yang paling penting yang kita cari waktu itu adalah Tabung Gas Mini, kalau tidak ada itu yah kita tidak bisa masak nantinya, masa iya tuh mie instant mau di makan mentah 😛

Belakangan kita tau kalau tabung gas juga tersedia di homestay paiman.

Kalau di Makassar kita dengan mudah bisa menemukannya di toko-toko bangungan ataupun swalayan terdekat, di Padang tidak demikian, akhirnya setelah tanya sana tanya sini ketemu juga sebuah minimart jalur antara bandara menuju kota padang. Oh Iya, Di padang tidak ada alfamart dan indomart yah, adanya minimart milik perseorangan bilang aja antar ke “swalayan”, mereka bakal faham.

– 17.05, Tiba di pangkalan travel Setelah melalui proses tawar menawar yang cukup melelahkan disepakati tarif dari kota padang ke kersik tuo 130.000 per orang.

Beruntung pada waktu itu mobil yang kita tumpangi hanya terisi 5 orang, Abang sopir, Saya+Senior, Dujol(Duo Sejoli) yang baru pulang dari perantauan. Mereka ini orangnya enak di ajak ngobrol, udah gitu sering ngasih salak medan pula, alhasil perjalanan 7 jam lebih itu berasa 2 jam aja.

29-10-16

– 00.10 dinihari, tiba di homestay Paimam yang bukain pintu waktu itu anaknya bude tanya tarif permalam disitu jawabnya fleksibel, disini sifatnya kekeluargaan katanya. Tapi sempat baca-baca di internet tarifnya itu kisaran 80-100rb per malam, makan 10rb per porsi. yah ekonomis lah menurutku, apalagi kalau sekamar berdua sare cost jadi lebih murah.

Tips: Homestay Paiman Jaraknya sekitar 150M dari Tugu macan Kersik Tuo, Kab. Kerinci Kalau di mobil kamu sudah lihat banyak kebun teh, trus ada tugu macan, trus ada beberapa ATM/Bank itu tandanya kamu sudah harus siap siap loncat dari mobil.

Setelah dapat kamar, kami keluar ke ruang tamu ngopi sambil memandangi dinding yang dipenuhi gagahnya para pendaki kerinci. Oh iya, kopi dan teh tersedia di meja belakang tinggal seduh sendiri, Beres dah.

Tak lama berselang muncul salah satu penghuni homestay Belakangan di ketahui kalau namanya Rezky, Orang asli Aceh tinggal di jakarta yang datang menghadiri hajatan teman di seputaran situ sambil kepengen mencoba ganasnya tracking gunung kerinci.

Lama ngobrol ngilir-ngidur mata ini sudah terasa berat, kopi segelas pun sudah tidak berasa lagi. waktunya istirahat.

– 1.19, istirahat

– 05.30, Bangun, Mandi, Packing packing untuk persiapan menanjak, trus lanjut dengan sarapan pagi. Menu pagi itu nasi goreng andalan Bude + Telor setengah matang(bukan cowok setengah matang yah)

Lagi asyik makan, ketemu penghunu homestay lain. Mereka adalah rombongan dari Jambi yang juga sama sama pengen nanjak. Spesialnya mereka punya 2 Guide berpengalaman (Bang Jhon + Bang Faiz) Karena tujuan kita sama, akhirnya kita sepakati bergabung jenjadi satu rombongan termasuk si Rizky yang dari jakarta juga bergabung di rombongan ini.

– 8.00, berangkat dari homesty menuju pintu rimba (diantar pakde tarif 25rb per orang dan 25rb lagi saat dijemput pulang dari pendakian) + 10rb biaya simaksi/ijin pendakian.

Home stay Paiman

– 8.31, tiba di Pintu Rimba, Disini merupakan “start poin” pendakian kita. merupakan perbatasan antara dunai nyata dan dunia gaib, eh perbatasan antara perkebunan warga dan hutan belantara.

Dengar dengar disini dilarang ngecamp, pasalnya binatang buas berpotensi ada seputaran area ini.

Pintu Rimba

– 9.05, tiba di persinggahan 1 (bangku panjang) jalur disini masih standar. Kemiringan antara 0-15 drajat, sesekali di temui jalanan becek.

Sesekali bang Faiz berteriak sambil jalan, katanya itu berguna menghindari binatang buas mendekat ke arah kita.

– 9.40, tiba di persinggahan 2 (batu lumut), disini terdapat sumber air yang lumayan dekat. Sebenarnya hampir disetiap persinggahan itu terdapat sumber air, tapi katanya sumber air so dekat itu adanya di persinggahan Batu Lumut, dan Shaleter 2 nanti.

– 10.38, tiba di persinggahan 3 (pondok panorama) Disini kita ketemu sama rombongan pendaki dari negri jiran Malaysia. Rata rata berusia diatas 30thn bahkan ada yang sudah aki-aki tapi masih kuat nanjaknya.

img_3778

Ya iyalah kuat dalam tas yang mereka bawa cuman ada pisang, sisanya barang-barang berat lain dibawain sama porter.

Jalur menuju shalter 1 ini kemiringan sudah mulai antara 10-30 rajat cukup menguras tenaga.

– 12.55, Tiba di shalter 1 disini ketinggian sudah mencapai 2505mdpl. Tenaga benar benar sudah mau habis, kami menyempatkan diri makan siang dulu disini. Menu makanan waktu itu Nasi putih + Kerupuk balado + Sambal goreng khas padang.

Makan di shalter 1 gunung kerinci

Menu makanan yang sederhana memang, tapi kalau makannya di alam bebas plus beramai-ramai kayak gitu rasanya lebih nikmat dari KFC, atau pun Coto Makassar yang biasa saya makan.

Jalur dari shalter 1 ke 2 kemiringan 35-60 derajat konstan hampir tdk ada bonus (Kami sering menyebut “Bonus” untuk jalur datar atau turunan).

tracking gunung kerinci

– 04.48 sore akhirnya tiba juga di shalter 2  cuaca hujan gerimis plus angin kencang waktu itu, hari juga sudah mulai malam. karena sudah tidak memungkinkan lanjut perjalanan ke shaleter 3, kami putuskan untuk ngecamp disini.

Disini terdapat Berry Hutan berwarna orange, kalau dapat kayak gituan langsung makan aja, di jamin gak bakalan mati kok. Rasanya Asem manis tapi lebih banyak asemnya sih.

Moment malam itu di tenda Senior, Bang John, Bang Faiz masih asyik ngobrol sampai larut malam, kalau saya sih asyik tidur aja bahkan makan malampun terlewatkan karena lelah.

30-10-2016

– 03.00, Baru jam 3 subuh bang Jhon sudah teriak “Bangun… Bangun…” Planning pagi buta waktu itu makan trus lanjut tracking ke puncak. lama kita siap siap sangking lamanya kita keduluan sama pendaki pisang eh.. pendaki negri jiran.

Lorong Tikus gunung kerinci

– 04.10 start dari shalter 2 menuju 3, disini jalurnya tidak terlalu panjang tapi tanah berlubang dalam seperti parit saluran air. Si Rezky terlihat kurang sehat saat itu, katanya sih belum makan, sebungkus roti pun melayang ke mulut Rezky, Aman Lanjut lagi kita.

Tips: * Gunakan Headlamp yang memadai.

* Usahakan untuk tidak memegang barang bawaan sehingga kedua tangan bisa digunanan maksimal saat berpegangan di akar ataupun ranting pepohonan.

* Sangat di anjurkan menggunakan kaos tangan yang memadai agar tangan tidak lecet saat berpegangan.

* Lebih baik tidak melewati jalur ini padasaat hujan, air akan berkumpul ke parit dan bakal menghambat perjalanan.

– 06.10 tiba di Shalter 3, pemandangan sudah terlihat indah dari sini, Tampak dari jauh eloknya danau Gunung tujuh. Track disini bebatuan berpasir vulkanis, Pepohonan pun sudah mulai jarang.

Shalter 3 gunung kerinci

Si Rezky Mulai Muntah-muntah, Enggak jelas antara belum makan, kurang tidur, masuk angin ataupun ketiganya. Sempat rombongan pendaki Jambi memberi Air putih, tapi tidak lama berselang dimuntahin lagi. Yang saya jempol dari si Rizky ini walau sakit kayak gitu masih tetap melanjutkan perjalanan.

Tips: Gunakan Tracking Pole yang memadai disini. Bebatuan berpasir dan tidak adanya pepohonan untuk jadi pijakan membuatnya sangat perlu.

tracking shalter 3 gunung kerinci– 07.21 tiba di Tugu yudha, Disini rada rada mistis gitu deh, saya tidak singga lama lama langsung aja dah.

– 08.56 tiba di Puncak Indrapura, Panorama menakjubkan terdapat disini, tampak bentangan kawah gunung kerinci plus awan awan yang terlihat berada di bawah kita. pokoknya susah di gambarkan dah.

Puncak gunung kerinci

Tips: Jangan terlalu lama di puncak, bau belerang yang menyengat ataupun udara dingin yang amat sangat bisa membunuhmu disini. Jangan lupa memakai scrap/penutup hidung menghindari bau belerang yang menyengat + air minum yang memadai.

Setelah puas Foto-Foto di puncak, perjalanan kami lanjutkan dengan kembali turun ke shalter 3, menuju shalter 2

– 12.29 Tiba di shalter 2 makan, packing siap siap pulang.

Sayangnya si Rizky waktu itu masih kurang sehat tampak beberapa kali masih muntah, dia ngotot mau ngecamp sehari lagi di shalter 2 padahal rombongan lain sudah mau pulang. Bang Faiz pun dengan keras melarang, apalagi ngecampnya sendirian. Tindakan tegaspun diambil tendanya dibongkar paksa, barang-barang beratnya dibantu bawain sama teman teman yang lain.

Sempat kami singga istirahat sebentar di persinggahan antara shalter 2-1 Tampak Si Rizky sudah baikan Setelah minum Kukubima. Ternyata Seharian tubuhnya menolak nasi, Mie instan, Air putih, roti, dll karena pengen kukubima, misteri pun terpecahkan. perjalanan kita lanjutkan.

– 17.50, tiba di Pintu Rimba Langit sudah mulai gelap tandanya malam akan segera datang. tampat dari jauh mobil jemputan pakde menunggu. kamipun kembali ke homestay.

31-10-16

– 10.10 pulang ke makassar

kebun teh gunung kerinci

Inilah sedikit ceritaku mencoba tracking gunung kerinci kawan. Sebenarnya masih banyak tempat menarik di sekitaran Gunung kerinci ini, masih ada Danau gunung tinggi, danau tertinggi se asia tenggara, ada juga danau Kaco yang kalau dalam bahasa indonesia berarti Kaca. namun waktu yang mepet membuatku harus segera kembali ke makassar. gimana ceritamu? ada yang sudah pernah kesana juga? silahkan comment yah.

Lihat Juga:  5 Tempat Instagramable di Jogja Ini Bakal Bikin Foto Kamu Tambah Keren!