Gili Lawa Ditutup Untuk Sementara Waktu Pasca Kebakaran

0
105
Gili Lawa Terbakar (from pojoksatu.id)

Gili lawa, ialah pulau yang menjadi bagian dari Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ( NTT) mulai hari Jumat (3/8/2018) telah ditutup untuk wisatawan baik lokal maupun mancanegara hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan pun membenarkan hal ini terkait peristiwa kebakaran yang menimpa Gililawa Darat pada Rabu (1/8/2018) sebelumnya.

“Daratan di Gili Lawa ditutup sementara waktu, untuk kepentingan penyelidikan” ungkap Budhy dikutip dari KompasTravel saat dikonfirmasi Hari Jumat Kemarin.

Akibat dari ditutupnya daratan di Gili Lawa sendiri yaitu wisatawan pun tidak dapat melakukan kegiatan pendakian hingga ke puncak pulau itu.

Terutama di lahan yang sudah hangus terbakar. Biasanya, wisatawan yang berkunjung ke Gili Lawa ini mendaki sampai puncak pulau.

Lihat Juga:  Kebakaran Hutan Di Lereng Gunung Lawu Berhasil Dikendalikan Petugas Gabungan

Setiba di puncak, biasanya mereka menikmati indahnya panorama alam hingga menunggu sunset kemudian berfoto untuk mengabadikannya.

Gili Lawa Saat Terbakar (Foto dari: dok. kurniawan_jack/Instagram)

Sementara itu, lanjut Budhy, bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari atau melakukan kegiatan di perairan sekitar Gililawa Darat masih diperbolehkan.

“Kalau kegiatan wisatawan di laut diperbolehkan” ujar Budhy.

Kegiatan yang dimaksud Budhy misalnya saja seperti Diving, Snorkeling atau Berenang di laut. Wisatawan yang mau melakukan kegiatan tersebut di sekitar Gili Lawa tidak perlu khawatir, karena masih dibolehkan.

Budhy pun terus mengimbau para wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo agar terus mematuhi aturan yang berlaku.

Termasuk diantaranya tidak merokok dan membuat api di dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Sementara untuk saat ini penyelidikan terhadap penyebab kebakaran di Gili Lawa masih terus dilakukan oleh Polres Manggarai Barat bekerja sama dengan PPNS Balai Gakum Wilayah Jabanusra serta pihak Balai Taman Nasional Komodo.

Lihat Juga:  Festival Layang-layang Internasional Meriahkan Pantai Akkarena Makassar