Terus Alami Longsor, Gunung Rinjani Kemungkinan Ditutup Hingga 2020

0
83
Gunung Rinjani Ditutup Hingga 2020
Gunung Rinjani Ditutup Hingga 2020

Longsor terus terjadi di lereng pendakian Gunung Rinjani sampai saat ini, Lombok hingga saat ini. Kegiatan pendakian ke Gunung Rinjani Ditutup Hingga 2020 sambil menunggu situasi kembali normal.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono, menjelaskan longsoran terus terjadi sejak bencana gempa 6,4 Skala Richter mengguncang Lombok pada 29 Juli 2019 lalu. Dampaknya, beberapa jalur utama pendakian tertutup tanah longsor berpasir dan belum bisa dilewati sampai saat ini.

“Longsor terus terjadi hingga hari ini (25/9). Belum bisa dipastikan hingga kapan jalur pendakian ke Rinjani akan ditutup, karena longsoran itu proses yang alami,” ungkap Sudiyono, Selasa (25/9/2018).

Longsor itu, jelas Sudiyono, merupakan proses alami yang terus terjadi selama musim kemarau dan kemungkinan akan berlanjut hingga memasuki musim penghujan tiba.

Lihat Juga:  Kebakaran Hutan Di Lereng Gunung Lawu Berhasil Dikendalikan Petugas Gabungan

“Rencana anggaran perbaikan untuk jalur pendakian yang terdampak longsor tersebut akan kita usulkan nanti antara bulan 4 atau bulan 5 tahun 2019. Untuk Sementara ini kemungkinan pendakian akan kembali berjalan normal pada tahun 2020 nanti” ungkapnya.

Akibat kerugian yang dialami sejak ditutupnya jalur pendakian ke kawasan wisata Gunung Rinjani yang diperoleh dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun 2018 diperkirakan hingga mencapai Rp 10 miliar dibanding dari target yang bisa dicapai di tahun 2017 lalu.

Selain itu juga, dampak sosial ekonomi lainnya, sebanyak 89 track organizer dan 1.226 orang porter dan guide ikut merasakan dampaknya. Mereka harus rela kehilangan sumber mata pencaharaian yang bergantung dari pariwisata Gunung Rinjani.

Lihat Juga:  Gempa 7 SR Mengguncang Lombok, Sekitar 1.000 Turis di Tiga Gili Dievakuasi Pagi Ini

Guna mengatasi dampak dari ditutupnya pariwisata ke kawasan Gunung Rinjani yang bisa dilakukan oleh pihak TNGR, solusinya adalah dengan mencari alternatif objek wisata lain untuk dinikmati turis di kawasan Gunung Rinjani.

Oleh Sebab itu, pihak TNGR akan segera berupaya melakukan survei untuk mencari kemungkinan tempat wisata baru yang dimaksudkan sampai jalur pendakian ke puncak Gunung Rinjani kembali normal.

Sebelumnya Gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah NTB menyebabkan jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup. Padahal, masih ada pendaki yang berada di gunung rinjani.