Bertahun-tahun tumbuh di pekarangan rumah, pohon kelengkeng yang ditanam orang tua Pandasurya Wijaya tidak kunjung berbuah.

Padahal, dia sudah lama menanti. Dia lantas menggantinya dengan Ruby longan alias kelengkeng merah.

HASILNYA tidak percuma, tidak sampai setahun, kelengkeng merah tersebut sudah berbuah. Kepada Jawa Pos, Pandasurya Wijaya berbagi cerita. Dia kali pertama menanam kelengkeng merah pada Februari 2019.

Dia sengaja mengganti pohon kelengkeng di kebunnya dengan kelengkeng merah karena ingin punya pohon buah yang belum terlalu banyak ditanam. ’’Buahnya merah, daunnya juga merah,’’ kata pria yang juga jurnalis itu.

Meski bukan termasuk pohon langka, belum banyak yang berani menanam kelengkeng merah di kebun atau pekarangan rumah. Padahal, rasa kelengkeng merah tidak kalah bila dibandingkan dengan jenis kelengkeng lainnya.

Panda yang sudah menanam dan merasakan buah kelengkeng merah dari pohon yang dia tanam sendiri mengakui hal itu. ’’Rasanya khas, buat saya manisnya lebih manis daripada kelengkeng biasa. Ada aromanya juga,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Atasi Keterbatasan Lahan dengan Teknik Berkebun Herb Spiral

Kali pertama berbuah, kelengkeng merah miliknya tidak begitu banyak menghasilkan buah. Jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Namun, rasanya sudah bisa membuat dia takjub. Warna yang sedap dilihat juga membikin Panda tidak segan membagikan potret keberhasilan menanam kelengkeng merah di akun media sosialnya.

Tidak disangka, unggahannya menarik minat banyak orang. Banyak di antara mereka yang meminta tip menanam kelengkeng merah. Bahkan, ada juga yang terang-terangan menanyakan buah dari pohon yang ditanam Panda dijual atau tidak.

Tentu jawabannya tidak. Sebab, sejauh ini hanya ada satu pohon kelengkeng merah di kebun milik Panda. ’’Buahnya belum kami jual karena belum banyak. Pohonnya juga belum terlalu tinggi,’’ jelas dia.

Kelengkeng merah yang tumbuh di kebunnya baru bisa dinikmati Panda dan keluarga. Namun, dia menyediakan bibit bila ada yang tertarik menanam kelengkeng merah di rumah.

Baca Juga:  Produksi Masal Xbox Series X dan S Terkesan Lambat, Ini Penyebabnya

Panda menyebutkan, media tanam kelengkeng merah sama dengan pohon buah pada umumnya. Tidak ada yang khusus. Cara tanam dan perawatannya juga sederhana sehingga sangat mudah ditanam.

Yang asyik dan seru adalah menantikan pohon kelengkeng merah tumbuh dan berbuah. Mulai bunga sampai panen. Setiap kali panen, jumlah buah yang dihasilkan bertambah. Membuat penanamnya penasaran setiap kali masa panen tiba.

Berdasar pengalamannya, setelah berbuah, hanya butuh waktu empat sampai lima bulan ke masa panen berikutnya. Tidak heran, sejak Februari tahun lalu sampai akhir tahun ini, Panda sudah merasakan lima kali panen kelengkeng merah.

Setiap panen, jumlah buah yang dia petik bertambah. Daging buah kelengkeng merahnya juga semakin tebal. Sebaliknya, biji buah itu kian kecil. ’’Makin ke sini makin banyak buahnya. Satu tangkai itu bisa sepuluh buah,’’ bebernya.

Baca Juga:  Ide Kado Natal Terbaik Berdasar Zodiak

Menurut Panda, kelengkeng merah termasuk jenis buah yang genjah. Bila sudah benar-benar besar, satu pohon bisa menghasilkan berkilo-kilogram buah setiap kali panen. Cukup untuk konsumsi satu keluarga.

(PANDASURYA WIJAYA FOR JAWA POS)

Lantas, apakah Panda akan menambah jumlah pohon kelengkeng merah di kebunnya? Panda menjawab saat ini dirinya ingin menanam jenis kelengkeng lain. Yakni, kelengkeng mata lada. ’’Disebut mata lada karena bijinya seperti lada,’’ jelasnya.

Keinginan tersebut muncul lantaran dia belum pernah mencoba kelengkeng mata lada. Di lahan seluas 900 meter persegi yang dia punya, Panda memang tidak menanam satu jenis tanaman.

Dia mengisi lahan itu dengan berbagai jenis tanaman. Bukan hanya buah, sayur dan tanaman obat-obatan juga tumbuh subur di kebunnya.

Sumber: JawaPos