Kebakaran Padang Savana Bromo Tidak Berdampak Pada Tingkat Kunjungan Wisatawan

0
45
Kebakaran Padang Savana Bromo
Upaya pemadaman kebakaran padang savana bromo (Foto Yandri Daniel Damaledo / tirto.id)

Kebakaran padang savana pada kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tidak mengganggu ekosistem kawasan. Begitu juga dengan banyaknya kunjungan wisatawan.

“Kebanyakan lokasi terbakar ditumbuhi rerumputan, tanaman obat-obatan dan semak belukar. Dan beberapa pohon cemara serta pohon akasia. Namun pohon-pohon ini hanya terbakar di bagian bawahnya saja, tidak sampai hangus bahkan mati,” kata Kepala Seksi Wilayah I (TNBTS), Sarmin, Kamis (6/8/2018).
Sarmin juga menuturkan daerah yang terbakar seperti Jemplang, Bukit Teletubbies, Watu Gede, padang savana tidak terdapat fauna khususnya mamalia. “Yang banyak fauna itu di kawasan Gunung Semeru,” pungkasnya.

Menurut Sarmin, peristiwa kebakaran padang savana juga mempunyai nilai positif. Kebakaran dapat mempercepat regenerasi rumput.

Lihat Juga:  Menikmati Indahnya Candi Cetho Sambil Belajar Tentang Sejarah Masa Lalu

“Sisi positif kebakaran ini dapat mempercepat penggantian rumput kering menjadi rumput hijau baru. Pemulihannya cepat, sekitar satu bulan rumput akan kembali tumbuh” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Teguh Wibowo, Ketua Komunitas Bromo Lovers. Menurutnya, kebakaran savana tidaklah merusak ekosistem. Pohon-pohon besar seperti cemara dan akasia yang ada di savana hanya terbakar di bagian bawahnya saja.

“pada Padang rumput memang sangat kering jadi mudah terbakar. Nanti bakal cepat tumbuh kalau hujan turun” pungkasnya.

Selain tidak berdampak buruk pada ekosistem kawasan, kebakaran juga tidak berpengaruh signifikan pada tingkat kunjungan wisatawan. Spot-spot yang biasa jadi Tujuan pengunjung misalnya seperti Puncak Penanjakan, lautan pasir dan kawah Bromo masih ramai didatangi pengunjung.

Lihat Juga:  Viral! Seorang Wanita Lagi Asyik Coret Batu Saat Mendaki Di Gunung Rinjani

“Kunjungan wisatawan masih normal,” ungkap Sarmin.

Kronologi Kebakaran Padang Savana Bromo

Sebelumnya pada selasa Selasa (2/9) lalu tercatat 274 titik api di padang savana Gunung Bromo, hari ini terpantau tinggal 6 titik api saja. Upaya pemadaman terus dilakukan oleh masyarakat dan personel gabungan.

Pantauan titik api itu berdasarkan hasil dari pengamatan Land Forest Alert Satelit LAPAN. Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), pada hari pertama kebakaran Sabtu (1/9), terpantau terdapat 8 titik api di Blok Plentongan tak jauh dari Coban Trisula masuk wilayah Balai TNBTS.

Tiupan angin cukup kencang membuat kobaran api cepat menyebar ke wilayah lain, sampai pada hari Selasa (2/9), terdapat 274 titik api, jumlah tersebut menurun di Minggu malam menjadi 191 titik api, setelah dilakukan upaya pemadaman.

Lihat Juga:  Gempa 7 SR Mengguncang Lombok, Sekitar 1.000 Turis di Tiga Gili Dievakuasi Pagi Ini

Di Senin (3/9/2018) subuh, jumlah titik api semakin berkurang hingga menjadi 15 spot. Menginjak pukul 07.49 WIB kebakaran terus menurun hingga 8 titik api.