Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat seseorang sulit tidur. Kondisi ini bisa berlangsung dalam jangka pendek alias akut dan lama atawa kronis.

Selain itu, bisa juga kondisi insomnia datang dan pergi dalam beberapa waktu. Insomnia akut berlangsung dalam waktu satu malam hingga beberapa minggu.

Sementara insomnia bersifat kronis bila terjadi minimal tiga malam dalam seminggu atau selama tiga bulan bahkan lebih.

Gejala insomnia meliputi kantuk di siang hari, kelelahan, serta masalah dengan konsentrasi atau memori.

Jenis-jenis insomnia

Ada dua jenis insomnia yakni primer dan sekunder. Berikut penjelasannya secara perinci:

  1. Insomnia primer adalah gangguan tidur yang tidak terkait dengan kondisi atau masalah kesehatan lainnya.
  2. Insomnia sekunder adalah kesulitan tidur karena suatu kondisi kesehatan (seperti asma, depresi, artritis, kanker, atau mulas), rasa sakit, pengobatan, atau penggunaan zat-zat tertentu maupun alkohol.
Baca Juga:  Satgas Covid-19: Kepatuhan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menurun

Penyebab insomnia

Penyebab insomnia bisa dibedakan dari jenis yang diidap oleh seseorang. Penyebab insomnia primer adalah stres terkait peristiwa besar dalam hidup, seperti kehilangan atau perubahan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, perceraian.

Selain itu, insomnia primer juga disebabkan oleh kebisingan, cahaya, atau suhu udara. Perubahan pada jadwal tidur, seperti jet lag, shift baru di tempat kerja, atau kebiasaan buruk juga bisa menjadi penyebab insomnia primer.

Sedang penyebab insomnia sekunder adalah masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Lalu, minum obat-obatan tertentu, alergi, tekanan darah tinggi, dan asma.

Selain itu, nyeri atau ketidaknyamanan di malam hari akibat penggunaan kafein, tembakau, atau alkohol, lalu hipertiroidisme, dan masalah endokrin lainnya juga bisa menjadi penyebab insomnia sekunder.

Baca Juga:  Resep Jawawut Panggang, Penambah Stamina

Sumber: Kontan