Konsep Forest City Akan Diterapkan Pada Ibu Kota Baru

99
Konsep Forest City Pada Ibukota baru Indonesia

Pemerintah mulai merampungkan rencananya untuk pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan. Ibu kota baru ini nantinya bakal dibangun dengan konsep Forest City, yaitu kota di dalam hutan.

Namun, apa sih sebenarnya konsep Forest City itu?

Merujuk pada dokumen gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota baru dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas),

pembangunan ibu kota baru ini tetap bakal mempertahankan keberadaan hutan Kalimantan.

Agar, nantinya ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota baru akan mencakup minimal 50% dari luas ibu kota.

Dalam RTH tersebut akan dibangun taman rekreasi, ruang hijau, kebun raya, komplek atau prasarana olah raga yang terintegrasi dengan bentangan alam

Lihat Juga:  Inidia 4 Destinasi Wisata Prioritas Jokowi di Tahun 2020

supaya nantinya RTH ini layaknya di kawasan berbukit yang meliputi daerah aliran sungai (DAS).

Teknologi energi terbarukan juga menjadi komponen utama dalam konsep Forest City ini loh.

Ibu kota baru ini akan menggunakan sumber energi terbarukan dan juga rendah karbon seperti solar, gas, dan sebagainya.

Untuk penghematan dan merubah energi ini, diperlukannya desain bangunan hijau melalui penerapan sistem manajemen sirkulasi air,

sistem pencahayaan kota yang efektif, dan juga sistem pendinginan di distrik-distrik kota yang efisien.

Tak hanya itu, dengan pembangunan kota yang berorientasi pada transportasi publik publik berbasis rel

seperti Moda Raya Terpadu (MRT) yang juga merupakan rencana pemerintah untuk menjadi sarana transportasi publik di ibu kota baru.

Lihat Juga:  Kampung Adat Gurusina mengalami musibah kebakaran! Simak Keindahannya Sebelum Musibah Terjadi.

Dengan rencana yang matang tersebut, maka diharapkan ibu kota baru ini tidak menciptakan kisah ‘Jakarta Kedua’

yang sebagian besar masyarakatnya masih menggunakan angkutan pribadi untuk beraktivitas sehingga menyebabkan polusi udara dan kemacetan.

Kota yang berorientasi pada transportasi publik

Untuk mendukung kota yang berorientasi pada transportasi publik ini,

maka pemerintah juga berencana membuat non motorized mode atau sepeda dan pedestrian yang terintegrasi.

Yang dimaksud dengan Non motorized mode ini adalah dalam ibu kota baru ini akan diperbanyak ruang terbuka publik sehingga aksesibilitas masyarakat lebih besar.

Ruang terbuka publik ini diharapkan dapat mendorong produktivitas  dan kreativitas  masyarakat.