3 Momen Unik Di Dieng Yang Menjadi Alasan Kamu Harus Kesana

0
109
(Foto: Instagram/@arrrggg_)

Pesona Dataran Tinggi Dieng memang tidak ada Matinya. Dieng makin asik  saja untuk dilirik, tidak cuma keindahan alam dan wisata kulinernya saja yang menarik disana. Sedikitnya ada 3 momen unik dan langkah di Dieng yang perlu kamu ketahui dan menjadi alasan kenapa kamu harus berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng.

3 Momen langkah diantaranya ialah:

1. Musim Kemarau yang bikin menggigil

Setiap tahun Dieng mengalami musim dingin yang membuat pengunjung menggigil, tanah lapang yang tadinya berwarna hijau rumput berubah warna menjadi putih karena taburan butiran kristalan es, penduduk Dieng menyebutnya “Bun Upas“ atau embun Upas. Saat musim dingin seperti ini, suhu udara di Dieng bisa mencapai minus 3′ C. Hampir persis seperti musim sajlu di Eropa. Tentu Anda bisa membayangkan begitu dinginya Dieng. Embu pagi yang tadinya menetes, tak lagi menetes sepeti biasanya dan pelu menunggu waktu tiba hingga sang mentari mencairkan kristalan embun upas Dieng dan mulai menghangatkan suasana pagi.

Lihat Juga:  Humas BNPB: Embun Salju Kawasan Dataran Tinggi Dieng Normal Saat Kemarau

Jika Kamu mau menikmati momen langka ini datanglah ke Dieng saat bulan Juli dan Agustus, karena musim dingin di Dieng jatuh disaat musim kemarau tiba. Di Dieng memang tidak sedingin Eropa saat winter tiba, tapi Dieng bisa dikatakan Eropanya Indonesia, sebuah negara yang hanya punya dua musim yaitu musim panas dan musim penghujan tapi di dieng ada musim saljunya. maka tak heran banyak orang terkagum-kagum berdatangan untuk momen langka seperti munculnya embun salju atau upas di Dieng.

Berbekalah jaket hangat, sarung tangan, sepatu, dan kaos kaki jika kamu mau merasakan sensasi dingin di Dieng saat musim kemarau. Bangunlah di pagi buta sebelum sang mentari Dieng memecahkan ribuan kristal es di permukaan dedaunan. Tidak semua area di Dieng diselimuti oleh embun es atau embun upas. Hanya di beberapa tempat saja seperti di area komplek Padang Savana Dieng, Candi Arjuna Dieng, Gunung Prau Dieng serta area ex-Dieng Jaya di kisaran pintu masuk Telaga Dieng. Kamu harus datang ke salah satu tempat tersebut.

Lihat Juga:  Cerita pendakian ke Gunung Kerinci

2. Festival Dieng / Ruwatan Cukur Rambut Gembel

Foto diambil dari sini

Momen langka berikutnya adalah festival budaya Dieng. Festival ini diselenggarakan hanya satu kali setahun, sebuah momen unik dan langkah yang sangat sayang untuk dilewatkan. pesta rakyat ini menjadi paling fenomenal karena adanya prosesi ruwatan cukur rambut gembel anak-anak pegunungan Dieng yang kental dengan cerita dan legenda lokal. Tak heran prosesi ini mampu mendatangkan ratusan bahkan ribuat wisatawan yang penasaran ingin melihatnya.

3. Golden Sunrise

Momen langka terakhir ialah golden sunrise di Puncak Sikunir, fenomena alam ini tergolong unik dan langkah karena tidak terjadi setiap hari sebab faktor cuaca dan alam. Jadi kalau Kamu mujur bisa menikmati semburat golden sunrise dengan lautan awan di kaki gunung, maka Kamu mendapatkan double momen spesial saat menyambut matahari pagi di atas Bukit Sikunir.

Lihat Juga:  3 Cafe Unik di Jakarta Bikin Nongkrongmu Semakin Asyik

Bukit Sikunir ini adalah sebuah area pegunungan di Dieng yang cukup mudah di jangkau dan menyajikan pemandangan indah luar biasa sehingga tenar di ranah media sosial ataupun berita nasional yang mempublikasikan alam Dataran Tinggi Dieng begitu sempurna seperti lautan awan bergelombang, gunung-gunung tinggi sebagai latar landscapenya juga tampak cantiknya warna golden yang tertangkap lensa mata ataupun lensa kamera. Inilah yang membuat Sunrise Sikunir Dieng menjadi sebuah obyek wisata wajib yang harus kamu kunjungi karena akan menjadi sebuah mement Unik dan langka di Dataran Tinggi Dieng.

Bukan hanya Golden Sunrise Sikunir saja yang digemari ribuan wisatawan. Ada juga beberapa “the best spot” untuk mendapatkan Golden Sunrise Dieng yakni Golden Sunrise Gunung Pakuwojo, Golden Sunrise Gunung Prau dan Sunrise Gardu Pandang Tieng.

Bagaimana? Apa Kamu tertarik untuk datang ke Dataran Tinggi Dieng?