Kieran Moïse sangat bangga pada rambut kribonya yang mekar dan tinggi. Karenanya, dia tidak pernah mau rambutnya dipangkas.

“Pokoknya saya tidak senang potong rambut. Jadi, mati-matian saya akan menghindarinya dan membiarkannya tumbuh,” ujarnya.

Ketika lulus SMU, rambut Kieran semakin tinggi, lebih dari 48 cm.

“Itu benar-benar bagian terbesar dari kepribadian saya,” ujar Kieran. Tetapi dia tahu bahwa rambutnya perlu segera dipotong.

Ibu Kieran, Kelly Moise, mengatakan Kieran pernah menyatakan bahwa ia akan memangkas rambutnya ketika mereka menghadiri acara yang diadakan Yayasan St. Baldrick. Lembaga nirlaba itu mengadakan acara pemangkasan rambut untuk menggalang dana bagi anak-anak yang mengidap kanker, yang umumnya harus merelakan rambut mereka rontok akibat pengobatan. Ia yakin, Akademi Angkatan Udara, di mana Kieran akan menuntut ilmu, membuatnya terpaksa memotong rambut yang dibanggakannya.

Kelly Moïse, Ibu Kieran Moïse, terharu memeluk anaknya saat acara pemotongan rambut untuk "Kieran's Curls for Cancer."


Kelly Moïse, Ibu Kieran Moïse, terharu memeluk anaknya saat acara pemotongan rambut untuk “Kieran’s Curls for Cancer.”

Kieran tidak rela kalau rambutnya dibuang begitu saja. Jadi, ia mencanangkan tekad dan memulai “Kieran’s Curls for Cancer,” gerakan penggalangan dana untuk anak-anak pengidap kanker. Ia menyumbangkan rambutnya ke Children With Hair Loss untuk mengenang teman sekelasnya yang meninggal karena kanker.

“Saya tahu saya tidak ingin rambut ini dipotong dan begitu saja jatuh ke lantai. Jadi, saya ingin menyumbangkannya,” kata Kieran.

Tujuan Kieran’s Curls for Cancer adalah mendapatkan $1.000 untuk tiap 2,5 cm rambutnya.

“Ada teman saya yang meninggal beberapa tahun lalu dan saya tahu (rumah sakit) St. Jude membantu keluarganya. Jadi, saat itu saya memutuskan akan menyumbang St. Jude. Saya percaya bahwa saya bisa menggalang $1.000 per inci. Saya tahu bahwa orang-orang akan melihat sasaran itu dan ingin membantu. Dan kemudian mungkin orang-orang menyukai kisah ini dan ingin menyumbang lebih banyak,” tukasnya.

Total, mereka mengumpulkan hampir $35.000 untuk Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude.

Reaksi ibu Kieran, “Dia anak yang pemurah, selalu memberi dan senang membantu. Bahkan ketika masih kecil, dia selalu berusaha membantu orang lain dan saya sangat bangga sebagai orang tua.”

Kieran senang aksi baiknya kini menginspirasi orang lain. “Saya ingin orang lain melihat bahwa ‘hei jika dia melakukan ini, saya juga bisa’,” pungkasnya [ka/jm]

Sumber: VOA Indonesia