Roket prototipe SpaceX meledak ketika mencoba untuk mendarat pada hari Rabu (9/12), setelah sukses dalam melakukan peluncuran uji cobanya dari fasilitas lepas landas di Boca Chica, Texas. Insiden tersebut terlihat dari video langsung yang disajikan.

Reuters, Kamis (10/12), melaporkan roket Starship yang hancur dalam insiden itu adalah prototipe setinggi 16 lantai yang dikembangkan oleh perusahaan luar angkasa swasta milik taipan Elon Musk. Roket tersebut dibuat untuk membawa manusia dan kargo seberat 100 ton kargo sebagai misi pergi ke bulan dan Mars di masa depan.

Roket swakemudi itu meledak saat mendarat di landasan. Penerbangan uji coba tersebut ditargetkan mencapai ketinggian 41.000 kaki dengan menggunakan tiga mesin Raptor SpaceX yang baru dikembangkan untuk pertama kalinya. Namun, perusahaan tidak menjelaskan apakah roket itu berhasil terbang sesuai dengan target.

Baca Juga:  Harumkan Indonesia, ITB Juara di Huawei ICT Competition Tingkat Dunia

Musk mengatakan dalam cuitannya setelah kecelakaan pendaratan tersebut bahwa “tekanan tangki bahan bakar rendah” saat turun “menyebabkan kecepatan pendaratan menjadi tinggi.”

Dia menambahkan bahwa SpaceX telah memperoleh “semua data yang kami butuhkan” dari pengujian tersebut dan memuji tahap pendakian roket yang dianggap sukses.

SpaceX melakukan upaya perdananya dalam meluncurkan Starship pada hari Selasa (8/12), tetapi masalah dengan mesin Raptornya membuatnya batal hanya satu detik sebelum lepas landas.

NASA memberikan bantuan kepada SpaceX sebesar $ 135 juta untuk membantu pengembangan Starship, bersama pesaingnya, yaitu Blue Origin, perusahaan luar angkasa yang dimiliki oleh miliarder Amazon Jeff Bezos, dan Dynetcis milik Leidos.

Ketiga perusahaan tersebut bersaing untuk mendapatkan kontrak di masa depan untuk membangun pendaraan bulan di bawah program Artemis NASA, yang menyerukan serangkaian eksplorasi bulan dalam dekade berikutnya.