Sempat viral foto-foto yang menunjukkan wajah seorang wanita mirip ‘zombie Angelina Jolie’ beberapa tahun lalu. Tak butuh waktu lama wanita bernama Sahar Tabar mengakui jika semua postingan tersebut adalah editan.

Postingan yang mulanya hanya sebuah iseng belaka ternyata berujung penjara. Sahar Tabar yang punya nama asli Fatemeh Khishvand asal Tehran, Iran sempat viral karena foto-foto editannya.

Dia terkenal dan memiliki banyak follower, namun ketenarannya itu justru membuatnya ditangkap polisi karena tuduhan kejahatan budaya dan korupsi moral.

Selain itu ia juga pun pernah dilaporkan mendapatkan properti dengan cara yang ilegal hingga menghina aturan berpakaian negara.

Jurnalis Iran Masih Alinejad mengatakan pada MailOnline bahwa pengacara mengungkap jika Sahar telah dijatuhi hukuman 10 tahun setelah setahun belakangan dipenjara.

Baca Juga:  Kolaborasi dengan Telkom, Agate Bocorkan Gameplay Game Tirta

Hal tersebut juga disampaikannya di Twitter dengan harapan bisa mendapat perhatian dari Angelina Jolie yang dikenal sebagai aktivis.

Dalam cuitannya jurnalis tersebut juga menyebutkan jika Sahar Tabar masih berusia 19 tahun dan dipenjara karena candaannya.

“Ibunya menangis setiap hari untuk bisa membebaskan anaknya yang tidak bersalah. Dear Angelina Jolie, kami butuh suaramu di sini.

Bantu kami!” tulisnya, mengutip dari detik, Sabtu, (12/12/2021).

Melansir agensi berita Tasnim, wanita tersebut awalnya mendapat tuduhan penistaan agama, menghasut kekerasan, mendapatkan penghasilan dari cara yang tidak pantas,

dan mendorong anak muda melakukan korupsi. Tak lama kemudian ia ditahan atas kejahatan kultural dan korupsi sosial dan moral.

Baca Juga:  4 Fakta Unik Raja Ular Rimba Kalimantan Yang Tewas Terbakar Akibat Kebakaran Hutan

Sebelum kabar mengenai dirinya dipenjara 10 tahun, wanita itu sempat diberitakan terpapar virus Corona hingga butuh alat bantu pernapasan.

Wanita yang mengaku memang pernah operasi hidung, suntik filler, dan liposuction telah meminta pengacara untuk membebaskannya sementara untuk dapat disembuhkan.

Sumber: CNBC