Fesyen menjadi salah satu industri kreatif yang terdampak pandemi Covid-19. Terbukti ada banyak perusahaan-perusahaan di bidang ritel yang mengalami kerugian, seperti H&M Group dan Zara.

“Pastinya industri kreatif seperti fesyen terdampak pada pandemi ini. Banyak orang memang konsumsi untuk fesyen itu direm karena keadaannya lockdown ya selain ritel outlet juga tutup pada saat itu,”

ujar Svida Alisjahbana, Pendiri Jakarta Fashion Week saat Acara Mandiri Market Outlook 2021, Kamis (26/11/2020).

Lantaran hal tersebut, beberapa penggiat fesyen mencoba beradaptasi untuk mencari keseimbangan baru. Mereka mencoba beralih ke platform social commerce untuk mendukung bisnis mereka.

Hal ini berperan memberi stimulus yang mampu mendorong produktivitas industri dan menggerakkan perekonomian nasional lewat transaksi secara digital.

Baca Juga:  Ini Tanda Kamu Lagi Dimanipulasi Teman, Simak Tipsnya Agar Tidak Mudah Terjebak

“Lalu semua juga mencoba mencoba untuk apa mencari keseimbangan baru dan kita tahu semua bahwa adaptasi digital dari seluruh dunia itu cepat sekali dan kuat.

Artinya mereka langsung lompat ke e-Commerce pembeli pun juga melalui online dan akibatnya yang kita juga harus beradaptasi dari sisi bagaimana berjualan,” papar dia.

Kendati demikian ada beberapa geliat dari industri fesyen yang semakin berkembang.

Misalnya masker-masker dan topi yang dirancang oleh desainer-desainer banyak memiliki peluang usaha di tengah pandemi.

“Mereka (pegiat bisnis) bisa melakukan bagaimana untuk mempergunakan sosial media atau mereka mengangkat isu-isu tertentu dan menciptakan sebuah karya.

Tidak lupa juga berinovasi terus-menerus,” papar dia.

Baca Juga:  PBB Peringatkan Diskriminasi dan Stigma Dorong Krisis AIDS dan Covid-19

Sumber: CNBC

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!