Tiga Hal Utama Dalam Dunia Wirausaha Anak

Tiga Hal Utama Dalam Dunia Wirausaha yaitu Inovasi dan kreativitas, Pemasaran produk, Standar profesional conduck atau standar prilaku anak.

1. Inovasi dan Kreativitas

Sebenarnya dalam dunia kewirausahaan, entrepreneurship adalah cara pandang dari si entrepreneur dalam melihat kebutuhan orang lain. Selalu lemparkan pertanyaan “jika aku jadi dia, apa yang akan aku butuhkan?” pada diri sendiri untuk melahirkan inovasi. Inilah yang disebut dengan mindset atau pola pikir. Inovasi melahirkan keunikan tersendiri. Meski demikian, kebutuhan pembeli tetap harus diperhatikan agar keunikan yang kita tawarkan bisa tetap berlaku.

2. Pemasana Produk

Nah, setelah kamu berhasil membuat suatu produk, langka berikutnya adalah menjual pada pembeli, atau istilahnya, pemasaran. Ada beberapa ide untuk memasarkan produkmu seperti berikut ini.

  • Tak perlu memasang iklan terbih dahulu karena tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Lebih baik pasarkan produk tersebut pada teman-teman terdekatmu. Jika mereka suka, biasanya mereka akan membeli lagi, sekaligus menceritakan tentang produkmu itu pada teman-teman yang lain. Inilah yang disebut dengan ‘promosi dar mulut-ke-mulut’, yang biasanya lebih efektif karena pembeli sudah mencoba produknya secara langsung.

  • Manfaatkan jejaringan sosial kamu seperti Whatsapp, fecebook, blog, twiter, instagram, dan sebagainya.
Lihat Juga:  Kiat-Kiat Wirausaha Sebagai Chefpreneur

Kamu hanya perlu foto produk dan keterangannya, namun, jagan terus-menerus memajang atau mengubah status demi produk kamu ini, karena lama-lama temanmu akan bosan melihatnya.

  • Manfaatkan bazar yang diadakan di sekolah atau tempat-tempat lainnya.

Biasanya cara ini membutuhkan biaya sewa tempat. Tidak ada salahnya kamu bergabung dengan beberapa kenalan ynag memiliki niat untuk berjualan di tempat yang sama untuk menghemat biaya sewa.

  • Titipkan produkmu ditoko atau tempat yang tersedia menjual produkmu.

Tentukan harga jual produkmu, sehingga toko tersebut bisa menaikkan harga beberapa persen sebagai keuntungan mereka.

  • Rintislah toko online.

Mintalah bantun orang tuamu untuk membuatnya. Agar toko online kamu menarik, sisipkan beberapa artikel yang bermanfaat agar pembaca suka mampir dan berlama-lama di toko online-mu. Namun, untuk membangun kepercayaan pembeli kepadamu juga membutuhkan waktu. Selain itu, kamu juga membutuhkan rekening di bank untuk menerima pembayaran melalui tranfer. Pikirkan recana ini jika bisni kamu sudah mulai besar.

  • Titipkan produkmu agar dijual orang tuamu.
Lihat Juga:  Kiat-Kiat Wirausaha Sebagai Chefpreneur

Orang tuamu berkerja disuatu kantor? Kamu bisa menitipkan produkmu untuk dipasarkan oleh orang tuamu pada rekan-rekan kerjanya.

  • Pemasaran produk juga mencangkup nama produkmu.

Pilihlah nama atau merek yang unik dan mudah diingat oleh pembeli.

3. Standar Profesional Conduct

Dalam hal ini bisa diartikan sebagai Standar Prilaku Anak, yang mencangkup:

  1. Keberanian memasarkkan produk

Biasanya rasa malu atau tak percaya diri bisa muncul di masa awal kamu belajar untuk memasarkan produkmu. Hal ini wajar saja karena kamu sedang menjalani sesuatu yang baru. Namun kamu harus ingat satu hal, jika kamu tidak pernah memberanikan diri untuk mencobanya, kamu akan berjalan di tempat saja. Jagan pernah takut mencoba hal-hal positif yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi kamu.

Lihat Juga:  Kiat-Kiat Wirausaha Sebagai Chefpreneur

b. Standar berkomunikasi atau menjalin relasi.

Bagunlah sikap dan tutur kata yang sopan serta hormat pada orang lain agar pembeli nyaman dan senang membeli produkmu. Tak hanya untuk berjualan, sikap positif seperti ini akan sanagt bermanfaat bagimu dalam menjalin pertemanan, hubungan dengan orang yang lebih tua, hingga hubungan kerja nantinya.

c. Tepat waktu dan dapat dipercaya.

Dua hal ini penting dalam berwirausaha. Jika suatu hari nanti kamu sudah bisa menerima pesanan untuk produkmu, usahakan untuk selalu tepat waktu sehingga orang semakin mempercayaimu. Membagun kepercayaan itu sulit, jadi jangan sampai kamu meghancurkan kepercayaan yang telah diberikan orang kepadamu.

d. Standar keselamatan dan kebersihan produk.

Pastikan kamu memperhatikan faktor keselamatan saat membuat produkmu, misalnya jika berhubungan dengan api atau benda-benda tajam. Mintalah bantuan orang tua jika kamu tak mampu melakukannya. Utamakan juga kebersihan produkmu mulai dari persiapan, penolahan, hingga pengemasan produk.