Kalahkan Whatsapp, Facebook dan Zoom, TikTok Jadi Aplikasi Terpopuler

9
Tiktok mengalahkan Whatsapp

Selama Juni 2020, TikTok jadi aplikasi non-gaming paling populer. Banyaknya yang mendownload aplikasi ini mengalahkan Whatsapp, Facebook dan Zoom.

Aplikasi buatan China itu menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh selama Juni ini walaumpun mendapat jegalan dari beberapa negara di dunia seperti di india atau USA.

Laporan dari Sensor Tower mengungkapkan bahwa TikTok didownload sebanyak 87 juta kali pada Juni 2020. Naik 52,7% year on year (yoy) jika dibandingkan dibulan yang sama tahun lalu Juni 2019.

Bahkan TikTok menyalip aplikasi video conference, Zoom yang populer digunakan selama masa pandemi Covid-19.

Berikut ini adalah daftar 10 aplikasi yang paling banyak didownload pada Juni 2020 di Google Play Store dan App Store :

1. Tiktok
2. Zoom
3. Facebook
4. Whatsapp
5. Instagram
6. Google Meet
7. Messenger
8. Faceapp
9. Telegram
10. Youtube

Negara yang paling banyak mendownload aplikasi pada periode ini adalah India sebanyak 18,8 % dari total keseluruhan download. Lalu Amerika Serikat menyusul sebesar 8,7%.

Angka download aplikasi ini didapat dari platform Store Intelligence yang dimiliki pihak Sensor Tower.

Dikutip dari halaman Sensor Tower, Aplikasi Zoom harus puas berada di peringkat ke 2 dengan angka pendownload sebesar 71,2 juta, jumlah ini meningkat sebanyak 34 kali jika dibandingkan di bulan Juni 2019.

Negara paling banyak yang medownload Zoom ialah India sebanyak 30,8% dari total download, disusul oleh AS sebanyak 11,3%.

Namun amat disayangkan sebelumnya, India sudah melarang TikTok dan 59 aplikasi made in China lainnya sebagai buntut protes atas konflik di perbatasan pegunungan Himalaya antara kedua negara.

Aplikasi populer yang dilarang selain TikTok antaralain seperti Mobile Legends, Hago, Bigo, hingga PUBG.

AS pun berencana melarang TikTok. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berujar bahwa pemerintah mempertimbangkan pelarangan TikTok dan berbagai aplikasi medsos buatan Cina lainnya.

Sementara dari pihak TikTok sendiri saat ini berencana menghentikan kegiatan operasionalnya di Hong Kong undang-undang keamanan nasional baru diterapkan di negara itu.