Jangan Sampai Hipotermia, Terapkan Tips Di Bawah Ini Ketika Kamu Kedinginan Saat Camping!

0
357

Kamu suka atau hobi banget berkemah di kawasan dataran tinggi seperti hutan, gunung, bukit, atau pegunungan? Memang asik dan seru sih apalagi kalau bersama dengan teman-teman. Setelah capek mendaki sampai ke puncak, kemudian pasang tenda, bikin api unggun dan masak mie instan. Duduk manis di dalam camp, menyeruput segelas kpi atau teh hangat sambil menikmati keindahan alam khas pegunungan yang hijau. Wah, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan! Tapi hati-hati karena camping di gunung bisa menyebabkan resiko hipotermia atau penurunan kesehatan serta fungsi tubuh karena suhu dingin yang ekstrim. Hal ini nggak hanya terjadi bagi pendaki pemula kok tapi para profesional pun terkadang mengalaminya.

Hipotermia Bisa Sangat Berbahaya

Hipotermia biasanya identik dengan suhu ekstrim seperti di daerah kutub ataupun pegunungan bersalju. Tapi tunggu dulu, kamu pun beresiko mengalami kondisi tersebut ketika camping atau mendaki gunung-gunung di Indonesia lho. Suhu dan tekanan udara di kawasan puncak gunung memang tergolong ekstrim dan sangat rendah, dibawah 0 derajat Celcius. Apabila seseorang mengalami hipotermia dan dibiarkan saja maka bisa fatal akibatnya. Mereka akan kehilangan keseimbangan dan fungsi tubuh. Badan menjadi menggigil, kaku, sesak nafas, nggak bisa berfikir apalagi bergerak untuk mencari bantuan. Bahkan kasus terparah adalah korban bisa sampai meninggal dunia.

Tips Mengatasi Hawa Dingin

Hipotermia sangat berbahaya dan sampai mengancam nyawa para pendaki atau campers. Oleh sebab itulah kenapa kamu harus berusaha mengatasi hawa dingin yang ekstrim ketika berada di gunung atau daerah tinggi lain. Coba terapkan beberapa tips di bawah ini agar terhindar dari hipotermia!

  1. Bawa Baju Hangat yang Banyak

Sebelum berangkat melakukan pendakian atau camping, siapkan baju hangat sebanyak mungkin sesuai kebutuhan kamu. Jangan hanya jaket tebal saja, bawa juga baju lengan panjang, dalaman tebal, cardigan, sweater, knit hat, sarung tangan, kaos kaki, syal, dan lain sebagainya.

  1. Nyalakan Api Unggun

Ketika sudah mendirikan tenda, maka selanjutnya buatlah api unggun. Usahakan agar api tetap menyala meskipun kamu tidur di dalam tenda. Selain berguna untuk menghangatkan area sekitar, keberadaan api unggun dapat mencegah serangan binatan buas dan liar.

  1. Makan dan Minum yang Hangat

Kamu bisa membuat makanan dan minuman hangat seperti mi instan rebus, sup sayur, susu, teh, dan kopi hangat. Kalau semua makanan tersebut nggak bisa meredakan rasa dingin maka kamu bisa tambahkan rempah-rempah. Misalnya saja membuat minuman jahe, sup ditambah merica, dan semacamnya. Rempah tersebut dapat membuat badan terasa hangat sehingga mencegah hipotermia.

  1. Olahraga dan Sering Bergerak

Ketika hawa dingin sudah sangat menganggu, usahakan jangan terus berdiam diri di dalam tenda. Kamu harus membuat badan aktif bergerak, misalnya melakukan peregangan, atau olahraga kecil. Ketika tubuh bergerak maka terjadi proses pembakaran sehingga badan terasa lebih hangat.

  1. Tidur Berhimpitan

Cara lain mengatasi hawa dingin saat berkemah adalah dengan tidur berhimpitan dengan teman. Meskipun sudah pakai sleeping bag dan berpakaian hangat lengkap, namun terkadang masih terasa sangat dingin. Dengan tidur berhimpitan maka bisa mengeluarkan panas tubuh dan mengurangi rasa dingin tersebut.

Lima tips diatas sangat ampuh dan biasa diterapkan oleh para pendaki profesional. Apapun yang terjadi, kamu harus berusaha mengatasi kedinginan agar tidak mengalami hipotermia. Kondisi tersebut sangat berbahaya apabila nggak segera ditangani. Jangan sampai kesehatan tubuh menurun dan membuat kamu nggak bisa camping dan menikmati suasana pegunungan lagi.

Lihat Juga:  10 Tips Penting Yang Perlu Diketahui Pendaki Gunung Wanita