Lombok Gempa Lagi! Turis Lebih Takut Teroris Daripada Gempa

0
124
Ilustrasi Turis Lombok (Foto: TCC Kemenpar)

Gempa yang terjadi di Lombok berskala 7 SR dianggap tidak membuat turis mancanegara menjauhi Indonesia. Para turis lebih takut teroris daripada gempa.

Hal tersebut senada dengan turis dari Timur Tengah. Lombok menjadi tujuan wisata baru yang mereka gemari di Indonesia.

Gempa di Lombok tentu berdampak pada kunjungan wisatawan, namun itu hanya sebatas penundaan kunjungan saja.

“Jika terjadi gempa, wisatawan asal Timur Tengah cuma menunggu sebentar saja. Tapi kalau ada isu teroris, bisa jadi setahun mereka menunggu,”

ujar Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI Alwi Shihab,

pada acara pembukaan Talkshow Potensi Pasar Pariwisata, Investasi dan Perdangangan Saudi Arabia dan Strategi untuk Menembusnya, di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (9/8/18).

Lihat Juga:  Api Asian Games Singgah Di Sleman, Diharapkan Bisa Meningkatkan Jumlah Wisatawan

Ujar Alwi, bencana alam seperti gempa dapat terjadi dimana saja. Orang tahu bahwa gempa punya siklus tahunan.

Selama itu tidak merusak fasilitas pariwisata, hal tersebut tidak mengganggu rencana kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kalau sebab alami, itu tidak jadi masalah. Kecuali kalau fasilitas kamar hotel rusak, mau menginap dimana? maka bakal nggak ada turis yang akan datang” terangnya.

Alwi pun berharap proses recovery setelah gempa di Lombok bisa segera diselesaikan. Dengan begitu kegiatan pariwisata di Lombok bisa kembali pulih seperti sedia kala.

“Kita berharap disana bisa segera dipulihkan, bangunan dikembalikan seperti semula. Tidak akan kendor wisatawan yang datang ke sana. Yang lebih berbahaya itu terorisme”

ujarnya sebagai penutup.

Lihat Juga:  Gempa 7 SR Mengguncang Lombok, Sekitar 1.000 Turis di Tiga Gili Dievakuasi Pagi Ini