Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), dalam laporan mingguan epidemiologis yang diterbitkan pada Selasa (31/8) pekan lalu, memperingatkan tentang munculnya sebuah “varian yang sedang diamati.”

Varian baru itu disebut “varian Mu” atau dikenal dengan nama ilmiah sebagai B.1.621, yang lebih kebal vaksin.

Kantor beritaAssociated Press melaporkan varian Mu ini pertama kali diidentifikasi di Kolumbia pada Januari 2021. Kementerian Kesehatan Kolumbia Kamis (2/9) pekan lalu mengonfirmasi bahwa varian Mu adalah jenis mutan yang ditemukan di negara itu. Varian baru ini dimonitor dengan sangat saksama oleh WHO karena sebagian kebal terhadap antibodi dari infeksi sebelumnya dan juga vaksinasi.

Hingga kini varian Mu telah meluas ke 43 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan.

Baca Juga:  Kendala Susah Tidur? Ini Dia 13 tips mudah mengatasi insomnia

Kementerian Kesehatan Jepang pada Rabu (1/9) pekan lalu, mengonfirmasi kasus pertama varian Mu baru dari virus corona pada dua orang yang datang dari luar negeri lewat pemeriksaan kesehatan di bandara pada Juni dan Juli.

Sementara Markas Pengendalian Penyakit Korea Selatan pada Jumat (3/9) pekan lalu mengumumkan bahwa sejauh ini ada tiga kasus varian Mu yang dikonfirmasi dan semuanya berasal dari luar negara itu. Belum ada penularan varian baru itu pada masyarakat Korea Selatan.

Dibandingkan dengan varian Delta, varian yang mengkhawatirkan karena penularannya yang sangat cepat, varian Mu merupakan varian kelima yang menarik untuk dikaji cermat oleh WHO sejak Maret lalu. WHO mengingatkan varian Mu ini memiliki sejumlah mutasi yang menunjukkan bahwa ia lebih kebal terhadap vaksin, tetapi menekankan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengukuhkan hal ini. [em/jm]

Baca Juga:  Indonesia, Uni Eropa, dan WHO Sepakat Perkuat Kerjasama Penanganan Pandemi COVID-19

Sumber: VOA Indonesia