Berwisata Boleh saja, Asal Jangan Merugikan Warga Lokal Yah, Simak 9 Tips Ini

0
33
Wisata Ramah Bagi Warga Lokal

Wisata ramah bagi warga lokal adalah hal wajib dilakukan. Kadang Turis-turis dianggap cuma numpang tenar di destinasi wisata, lebih banyak terasa mengganggu, dan tanpa sedikitpun menghiraukan atau menghargai penduduk lokal.

Bahkan di beberapa kota dan Negara dunia kini terkesan acuh terhadap pariwisata massal. Salah satu pemicunya ialah ketiadaan timbal balik sepadan dari tempat pariwisata missal dengan warga lokal.

Sialnya, hal seperti ini terjadi hampir setiap hari, hingga warga lokalpun punya ejekan tersendiri bagi turis-turis yang dianggap menyebalkan yang datang setiap harinya. Di Negara kita sendiri, terdapat banyak ulah turis asing yang menimbulkan masalah. Peristiwa kekerasan, pencurian dan bahkan turis asing yang mengemis juga terkesan lazim ditemukan di Bali misalnya.

Agar Kamu tidak di cap turis yang memuakkan bagi penduduk lokal, ada baiknya Kamu mempertimbangkan sejumlah tips sebelum memutuskan bepergian,

seperti yang dirangkum HMC berikut ini:

1. Pertimbangkan ulang tujuan wisatamu

Berencana datang ke spot wisata tetapi sudah ramai dikunjungi wisatawan, cobalah cari spot wisata lain. Di spot wisata yang ramai wisatawan, mungkin Kamu akan merasa tidak nyaman. Warga lokal juga bisa merasa sedikit lebih leluasa berkegiatan karena tidak harus bersama turis.

Lihat Juga:  Kebakaran Padang Savana Bromo Tidak Berdampak Pada Tingkat Kunjungan Wisatawan

Misalnya saja jika kamu datang berlibur ke Bali, cobalah pilih obyek wisata di Kabupaten Buleleng, yang masih asri dan relatif sepi dari turis mancanegara.

2. Kurangi berselfie ria

selfie pakai tongsis
Selfie Pakai Tongsis (Foto dari Pexel)

Swafoto atau Selfie terkesan narsis di hadapan warga lokal, apalagi dengan tongkat selfie yang panjang menjulur tinggi ke atas. Ada baiknya mengambil foto diri sendiri dengan cara lain atau bidiklah aneka panorama indah di sekitarmu dari berbagai sudut.

3. Hindari berlibur di saat puncak keramaian

Puncak keramaian yang dimaksud disini yakni pada saat musim liburan, atau pada tahun baru yang jelas pengunjung di spot wisata tersebut lagi ramai-ramainya pengunjung. Bepergian di saat puncak keramaian sungguh tidak ideal untuk wisata. Harga tiket yang melangit dan turis yang berjejalan terkadang malah tidak sebanding dengan cuaca dan pemandangan bagus yang diimpikan.

Lihat Juga:  Sebelum Berangkat Backpacking Untuk Pertama Kali, Baca Dulu Ini

4. Mengganti restoran cepat saji internasional dengan rumah makan lokal

Salah satu Rumah Makan Lokal di Bali (Gambar Dari taribarongbali.co.id)

Buat apa jauh-jauh berwisata jika sarapan, makan siang, dan makan malam yang kamu santap sama seperti di tempat asalmu? Bertanya dan berbincanglah dengan penduduk lokal mengenai kuliner setempat. Malahan jika beruntung, mereka akan dengan senang hati menjamumu makanan di rumahnya.

5. Periksalah tempatmu menginap

Apakah kunjungan Kamu hanya memperkaya pundi-pundi pengembang hotel raksasa? Apakah hotel yang Kamu tempati mempekerjakan orang-orang lokal secara layak?
Jika Kamu cukup peduli, periksa pula apakah penginapanmu merugikan penduduk lokal karena bisa saja beroperasi secara tidak ramah lingkungan.

6.Menyempatkan diri belajar beberapa bahasa lokal

Ini adalah salah satu cara menghargai warga lokal. Cobalah sesekali berbicara dengan penduduk lokal dalam bahasa mereka, meskipun sekadar ucapan halo, terima kasih, dan selamat tinggal. Hal itu akan cukup berkesan dimata mereka.

7.Pelajari seluk-beluk destinasi wisata tujuanmu

Hal ini merupakan nilai tambah tersendiri dimata warga local yang bisa membuat penduduk lokal lebih respek terhadap Kamu. Sebisa mungkin, kuasai serba-serbi mendasar destinasi tujuanmu.

Lihat Juga:  Gak Punya Tabungan Tapi Ingin Traveling? Siapa Takut

8. Belanja produk buatan lokal

pasar-oleh-oleh-bali2
Berbelanja Barang Lokal, Membantu Menggerakkan Perekonomian Warga Lokal. (Gambar Dari Sytilin Pavel/ Shutterstock)

Ada sejumlah hal yang mampu Kamu berikan untuk membantu menggerakkan roda perekonomian warga lokal. Berbelanja produk buatan lokal ialah salah satunya. Walaupun belanja oleh-oleh di toko ritel, cobalah periksa asal cenderamata yang rencananya mau kamu beli.

9. Menghormati adat dan hukum setempat

Setiap tempat memiliki kebiasaan tersendiri. Sekali lagi lakukanlah riset sebelum perjalanan. Pastikan Kamu tidak melanggar norma kesopanan dalam bersantap atau berpakaian misalnya.

Langkah ini cukup ampuh untuk meredam kekesalan warga lokal terhadap tingkah laku para turis. Pelajari juga hukum di negara yang Kamu kunjungi. Jangan sampai perilakumu melanggar hukum setempat.