Menikmati Indahnya Candi Cetho Sambil Belajar Tentang Sejarah Masa Lalu

0
13
Wisata Sejarah Candi Cetho
Wisata Sejarah Candi Cetho (Foto by Hangga Prayudi/travelingyuk.com)

Mendengar nama Candi Cetho mungkin kurang begitu dikenal orang karena posisinya yang cukup susah dijangkau serta akses transportasi, infrastruktur dan fasilitas yang ada di sekitar kawasan wisata masih sangat minim. Walau demikian, dilihat dari sisi keunikan bangunan, Candi Cetho sebenarnya mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan candi yang lain, karena struktur, bentuk dan ornamen bangunannya berbeda dengan candi lainnya yang ada di Jawa Tengah, Jawa Timur dan di Jogja, kecuali Candi Sukuh yang posisinya berdekatan dengan Cetho.

Kalau Kamu belum pernah ke Candi Cetho, berikut adalah 7 hal yang sebaiknya kamu tahu sebelum berkunjung kesana.

1. Terletak di Atas Hamparan Kebun Teh

Hamparan Kebun Teh Kemuning (Foto by Rhyema/indonesia-tourism.com)

Lokasi Candi Cetho berada persis di atas kawasan Perkebunan Teh Kemuning yang luas menghijau. Berada di lereng gunung, kamu akan disambut dengan udara yang segar dan bersih dari polusi. Perjalanan melewati kawasan perkebunan teh yang menyajikan pemandangan yang tak membosankan. Dari kompleks candi, kita masih bisa menyaksikan pemandangan perkebunan teh. Pemandangan justru terlihat lebih keren dan eksotik dari sini. Kamu jangan lupa bawa jaket atau memakai baju hangat ya, karena suhu di sini sekitar 20 derajat celisius.

2.Peninggalan Kerajaan Majapahit

Pada tahun 1842, situs ini ditemukan oleh arkeolog asal Belanda, Van de Vlies, dalam kondisi candi yang begitu memprihatinkan. Lalu kemudian pemugaran dilakukan pada tahun 1970 ketika Indonesia berada di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Lihat Juga:  Kemping di Tepi Pantai Kayaknya Seru Tuh, Datangi Aja 5 Destinasi Wisata Berikut!

Menurut catatan sejarah, Candi Cetho dibangun pada abad ke 15 di era Akhir Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur.

Posisi candi ini berjarak sekitar 4 km dari Candi Sukuh yang juga sama-sama peninggalan Kerajaan Majapahit bercorak Hindu.

Sampai sekarang Candi Cetho masih sering digunakan untuk ritual keagamaan umat Hindu. Jadi kamu jangan kaget kalau menemukan beberapa persembahan di sekitar kompleks candi.

3.Wajib Bagi Pengunjung Memakai Kain Poleng

Wisatawan wajib mengenakan Kain Poleng sebelum memasuki komplek candi (Foto Surya Adhi Kuncoro/Blogspot)

Kain Poleng adalah kain belang mirip sarung yang dikenakan pada pinggang. Bagi umat Hindu, kain ini tentu memiliki filosofi tertentu sehingga mereka tak pernah melupakannya ketika hendak beribadah.

Saat memasuki kawasan Candi Cetho pengunjung wajib mengenakan Kain Poleng. Karna seperti yang sudah di terangkan diatas candi ini masih aktif digunakan untuk beribadah. Setelah kamu membayar tiket masuk, pihak pengelola akan memasang kain tersebut kepada setiap pengunjung yang akan masuk ke kawasan candi.

4.Arca Dan Relief Menonjolkan Organ Intim

Terdapat banyak arca dan relief yang menonjolkan organ intim manusia (foto: idsejarah.net)

Mirip seperti Candi Sukuh, Candi Sukha ini termasuk kontroversial karna terdapat banyak arca dan relief yang menonjolkan organ intim manusia. Salah satu arca bahkan menggambarkan proses bersenggama antara pria dan wanita.

Di awal memasuki komplek candi tepatnya di pelataran bawah, kita bakal disambut oleh sebuah arca yang menyimbolkan organ intim laki-laki.

Lihat Juga:  5 Tempat Wisata Taman Bunga Ini Bikin Kamu Seperti Berada di Negeri Dongeng!

5.Spot Sunset Yang Memukau Mata

Sunset di Candi Cetho (Foto @mukminalkahfi)

Selain bentuk candinya yang indah, candi yang terletak di Desa Gumeng, Jenawi, Kab.Karanganyar, Jawa Tengah ini memiliki pesona yang luar biasa. Yang tidak boleh kamu lewatkan adalah menikmati sunset dari candi ini. Suasana matahari terbenam di sini mirip dengan sunset yang ada di Pura Lempuyang, Bali loh. Posisi matahari yang tenggelam tepat berada di tengah gapura utama Candi Cetho.

6. Salah Satu Jalur Pendakian ke Gunung Lawu

Jalur Pendakian via Cetho ke Gunung Lawu (Foto Ekowisata)

Takcuma jalur Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu saja, untuk menuju Gunung Lawu juga dapat ditempuh melalui candi ini. Pendakian Gunung Lawu melalui Jalur Candi Cetho tergolong masih sangat bersih, asri, dan masih alami dibanding dengan jalur Cemoro Sewu ataupun Cemoro Kandang yang sudah terdapat banyak sampah di sepanjang jalur pendakian.

Jalur melalui Candi Cetho ini berupa tanah padat dengan vegetasi yang masih sangat rapat. Meski demikian, jalur ini sangat panjang dan cukup menguras tenaga. Jalur Pendakian via Cetho merupakan jalur terpanjang di antara jalur-jalur lain menuju Gunung Lawu. Butuh waktu minimal 10 jam dari titik awal pendakian menuju puncak. Bandingkan saja dengan jalur Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu yang rata-rata membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam saja.

7. Akses Menuju Wisata Sejarah Candi Cetho

Candi Cetho berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, membuat lokasinya cukup sulit dijangkau karena rute yang harus dilalui tidak dilewati transportasi umum, kecuali ojek. Kendaraan pribadipun harus dalam kondisi prima dengan ketrampilan mengemudi di atas rata-rata jika ingin sampai ke tujuan, karena jalan yang harus dilewati meskipun sudah beraspal halus namun cukup sempit dengan kondisi jalan berliku-liku dan memiliki tanjakan yang tajam.

Lihat Juga:  4 Fenomena Alam Unik Luar Negeri Yang Menjadi Objek Wisata Andalan, Yuk Jelajahi!

Untuk wisatawan yang berangkat dengan menggunakan mobil pribadi, jalur yang harus ditempuh adalah dengan menuju ke arah Solo. Sesampai di Kota Solo, arahkan kendaraan menuju Terminal Karang Pandan dan bawa terus kendaraan menyusuri jalan utama yang melintang di depan terminal tersebut sampai bertemu dengan gapura besar.

Sementara bagi wisatawan yang menggunakan sarana transportasi umum, Cetho dapat diakses dari Stasiun Solo Balapan kemudian di lanjutkan naik ojek atau becak menuju Terminal Tirtonadi, selanjutnya naik bus jurusan Solo – Tawangmangu. Sesampai di Terminal Karang Pandang, Anda harus turun untuk berganti bus kecil jurusan Karang Pandan – Kemuning kemudian turun di Pertigaan Nglorog. Sesampai di Nglorog sudah tidak ada lagi sarana transportasi umum kecuali ojek yang akan mengantarkan kamu menuju Cetho dengan jalan menanjak sekitar 12 km.